Rahasia Nikmatnya Kopi Dayak, Paduan dengan 3 Tumbuhan Herbal Khas Kalimantan, Tanaman Apa Itu?

Rasa khas kopi Kalimantan Tengah ini karena ada perpaduan antara kopi dengan tiga jenis tanaman herbal. Perpaduan ini menghasilkan kopi Dayak

Tribunnews.com
Seorang penjaga di Stan Kopi Kalimantan Tengah yang ikut Festival Kopi Tanah Air 2022 memegang satu produk Dayak Coffee di sebelah tumbuhan-tumbuhan herbal yang jadi campuran dalam Dayak Coffee, Minggu (20/5/2022). Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kopi khas Dayak Kalimantan Tengah sudah dikenal luas oleh masyarakat Kalimantan, juga luar Kalimantan. 

Rasa khas kopi Kalimantan Tengah ini karena ada perpaduan antara kopi dengan tiga jenis tanaman herbal. Perpaduan ini menghasilkan kopi Dayak atau Dayak Coffee.

Tiga tanaman herbal tersebut adalah kayu Bajakah, Sintuk Madu dan Pasak Bumi.

 

Kopi Dayak Kalimantan Tengah'>khas Kalimantan Tengah ini semakin dikenal luas setelah mengikuti Festival Kopi Tanah Air 2022 yang digelar di Parkir Timur Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Perpaduan tiga jenis tanaman herbal ini tidak memengaruhi kualitas kopi dan tidak menghilangkan keaslian rasa kopi

Dedi Setiadi seorang perwakilan stan kopi Kalteng mengatakan kepada Tribunnews.com ada tiga jenis tanaman herbal yang masing-masingnya dipadukan dalam kopi sehingga menjadi Dayak Coffee.

"Nah itu kan semuanya yang bercampur dengan herbal alam Kalimantan. Itu juga yang membedakan kita dari kopi-kopi yang ada. Kita mencampur bahan-bahan herbal dalam kopi kita. Tapi tidak menghilangkan rasa kopi itu," jelas Dedi Setiadi, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan lebih lanjut, kayu Bajakan merupakan sebuah tanaman yang berasal dari pedalaman hutan Kalimantan, digunakan sejak lama oleh Suku Dayak yang merupakan suku asli Kalimantan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Baca juga: This Way Cafe and Kitchen, Cocok Buat Ngopi dan Baca Buku, Harga Kopi Mulai Dari Rp 23 Ribu

Baca juga: Baunya Menggoda Ketika Bikin Kue Serabi Saus Kinca Kopi, Ini Resepnya

Kemudian Sintuk Madu adalah sebuah tanaman liar yang tumbuh di hutan hujan tropis.

Ratusan tahun dipercaya Suku Dayak sebagai obat alami dan penambah stamina, terutama untuk perempuan pasca melahirkan.

Lalu yang terakhir adalah Pasak Bumi, tanaman yang tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan yang juga sudah dipercaya oleh Suku Dayak selama ratusan tahun sebagai obat herbal untuk stamina pria.

"Pasak Bumi juga punya ribuan health benefit dan dipercaya untuk melawan kanker juga sebagai anti oksidan," ucap Dedi.

Dayak Coffee ini menggunakan biji kopi Excelsa. Biji kopi yang jumlahnya sangat sedikit di Indonesia.

Baca juga: Tiga Makanan yang Harus Dihindari saat Sedang Minum Kopi

Excelsa punya keunikan sendiri, dijelaskan lebih lanjut oleh Dedi, biji kopi Excelsa memiliki tingkat keasaman sangat rendah begitu juga dengan kafeinnya.

"Rekor sekarang dipegang Excelsa untuk jenis kopi yang punya kadar kafein paling rendah. Sebelumnya kan dipegang sama Arabaica. Excelsa ini ternyata lebih rendah lagi dibandingkan Liberika. Kopi ini sangat cocok bagi orang yang punya asam lambung atau mau kopi yang kadar kafeinnya rendah," ujar Dedi.

Di Kalteng, biji kopi untuk Dayak Coffee ditanam di Tumbang Jutuh, desa di wilayah Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dayak Coffee, Paduan Kopi dan Tanaman Herbal Khas Kalimantan Tengah, https://www.tribunnews.com/travel/2022/05/29/dayak-coffee-paduan-kopi-dan-tanaman-herbal-khas-kalimantan-tengah

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved