Ada Sejarah Dibalik Telur Paskah Warna-warni Serta 9 Fakta Unik Lainnya

Perayaan Paskah yang dirayakan umat Kristen dan Katolik selalu identik dengan telur.

Pixabay
Telur Paskah 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Perayaan Paskah yang dirayakan umat Kristen dan Katolik selalu identik dengan telur.

Uniknya, telur tak cuma disediakan untuk disantap.

Tetapi juga sebagai tradisi yaitu mewarnai telur dengan cat warna-warni.

Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata di Jakarta Utara yang Cocok Mengisi Waktu Liburan Anda


Telur warna-warni itulah yang disebut dengan telur Paskah.

Dirangkum TribunTravel, berikut 9 fakta unik telur Paskah.

1. Asal mula telur Paskah

Baca juga: Berlibur ke Magelang Sebaiknya Cicipi Tongseng Kepala Kambing Pak Din, Seporsi Rp 25 Ribu

Telur Paskah berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa yang menjadikan telur sebagai simbol musim semi.

Pada masa silam di Persia, orang biasanya saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi.

Telur juga sebagai penanda dimulainya tahun yang baru.

Pada abad-abad pertama Kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena Paskah kebetulan jatuh setiap awal musim semi.

Tradisi telur Paskah inipun berkembang di antara bangsa-bangsa Eropa Utara dan Asia.

Kendati demikian, di Eropa Selatan dan Amerika Selatan, tradisi telur Paskah tidak begitu populer.

2. Umat Kristen bukan yang pertama

Jauh sebelum umat Kristen menyertakan telur dalam perayaan Paskah, masyarakat Sumeria dan Mesir kuno yang hidup 5.000 tahun silam sudah terlebih dahulu menggunakan telur burung unta.

Biasanya, mereka menghias telur burung unta atau replika burung unta dari emas dan perak untuk diletakkan di makam.

Telur hias untuk merayakan Paskah baru digunakan oleh umat Kristen di daerah Mesopotamia ribuan tahun kemudian.

Baru setelah itu, gereja Kristen mengadopsi budaya tersebut.


3. Makna telur Paskah

Baca juga: Berlibur ke Aceh, Pihak Bandara Sultan Iskandar Muda Silahkan Penumpang Berangkat Tanpa Tes PCR


Masyarakat zaman dulu menganggap telur sebagai simbol kelahiran kembali, dilaporkan Kompas.com.

Mereka memakan telur Paskah untuk merayakan kedatangan musim semi yang dipercaya bahwa dewa matahari telah kembali setelah musim dingin.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved