Bukan Sembarang Kafe, Penulis dan Penerjemah Saja yang Boleh Nongkrong di Tempat Ini

Menulis adalah proses kreatif. Banyak penulis mengaku sulit menemukan ide kreatif jika hanya berada di kantor atau rumah.

(koenji-sankakuchitai)
Bagian depan Manuscript Writing Cafe 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Menulis adalah proses kreatif.

Banyak penulis mengaku sulit menemukan ide kreatif jika hanya berada di kantor atau rumah.

Terkadang beberapa penulis memilih menghabiskan waktu di kafe.


Sayang tidak semua kafe nyaman bagi penulis atau penerjemah.

Baca juga: Kebiasaan Minum Kopi Pagi Hari, Membuatmu Lebih Mudah Kecanduan Kafein

Suasana yang terlalu ramai dan berisik kadang membuat para penulis sulit menuangkan ide.

Untuk membantu para penulis dan penerjemah, ada sebuah kafe yang dirancang khusus.

Namanya Manuscript Writing Cafe.

Dibuka minggu lalu di Koenji Tokyo, Manuscript Writing Cafe menjadi solusi bagi penulis dan penerjemah untuk bekerja.

Dilansir dari soranews, Manuscript Writing Cafe adalah tempat khusus untuk para penulis.

Baca juga: Protes PPKM Darurat, Kafe Naikkan Harga 3 Kali Lipat untuk Aparat & Pejabat


Sebelum duduk, pelanggan harus memberi tahu staf tentang jenis tulisan yang akan dibuat , entah itu menulis novel, artikel majalah, atau naskah di antara jawaban yang dapat diterima.

Kafe ini juga menerima penerjemah, editor, korektor, pembuat hak cipta, dan orang yang menyiapkan nama manga (papan cerita terperinci) atau dokumen perencanaan proyek.

Selain itu, pelanggan harus menyatakan apa tujuan menulis untuk hari itu (jumlah kata yang ditulis, jumlah halaman yang diterjemahkan, jumlah dokumen yang diedit, dll.).

Baca juga: Bontang Naik PPKM Level 2, Pemkot Batasi Jam Operasional Kafe, THM dan Restoran

Setelah menyatakan semua itu secara tertulis, pelanggan dapat mengambil tempat duduk yang dilengkapi dengan stopkontak, pengisi daya cepat, dan dudukan pendingin,dan wifi.

Satu jam sekali, seorang anggota staf akan datang untuk memeriksa apakah pelanggan telah membuat kemajuan, dan pelanggan dapat meminta mereka untuk menerapkan tekanan verbal tingkat ringan, sedang, atau tinggi .

Menu di Manuscript Writing Cafe cukup sederhana sederhana, kopi menjadi satu-satunya minuman yang tersedia selain air putih.

Baca juga: Alasan dan Sebab WakaWaka Balikpapan Berkonsep Kafe Kontainer dan Punya Lapangan Basket

Di sisi lain, harganya sangat terjangkau, karena pelanggan dikenakan tarif 150 yen per 30 menit di kafe, dan memiliki akses isi ulang tak terbatas selama mereka tinggal.

Berbicara tentang berapa lama bisa berada di kafe, ingat bagaimana kamu harus memberikan tujuan menulis untuk hari ketika memasuki kafe?


Kamu tidak diperbolehkan untuk mengakhiri sesi sampai mencapai tujuan atau kafe tutup untuk hari itu , mana saja yang lebih dulu, jadi berhati-hatilah untuk tidak terlalu ambisius saat menyatakan tujuan.

Adapun mengapa Manuscript Writing Cafe memiliki menu yang begitu sederhana, itu karena tujuan utama gedung ini adalah sebagai studio rekaman dan penyiaran yang disebut Koenji Sankakuchitai.

Namun, jika lapar, diperbolehkan membawa makanan dan minuman sendiri .

Baca juga: Kisah Pemilik Alfa Cat Cafe Balikpapan Membuka Kafe Kucing, Berikan Tempat untuk Anabul Terlantar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved