Biaya Haji Tahun Ini Telah Disepakati Pemerintah, Hampir Rp 40 Juta Per Jemaah

Pemerintah telah menetapkan biaya haji tahun ini. Melalui hasil pertemuan antara DPR RI dan Kementerian Agama, telah disepakati biaya perjalanan haji

istimewa
Warga Saudi dan warga asing akan diizinkan untuk melakukan ibadah umrah di Masjidil Haram dengan kapasitas 30 persen atau 6.000 orang per hari, 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Pemerintah telah menetapkan biaya haji tahun ini.

Melalui hasil pertemuan antara DPR RI dan Kementerian Agama, telah disepakati biaya perjalanan haji sesuai kondisi saat ini.

Termasuk sebagai respon atas dibukanya lagi pelaksanaan ibadah Haji oleh Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Arab Saudi Buka Kuota Jemaah Haji Tahun Ini Sebanyak 1 Juta Orang, Ini Persyaratannya


Komisi VIII DPR dan pemerintah yang diwakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau biaya haji reguler 2022 sebesar Rp 39.886.009 per jemaah.

Baca juga: Ikon Religi Kota Bontang, Masjid Terapung Darul Irsyad Al-Muhajirin Jadi Tempat Ngabuburit Warga

Adapun Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang disepakati oleh pemerintah dan Komisi VIII DPR sebesar Rp 81.747.844,04.

"Besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH tahun 1433 Hijriah 2022 masehi per jemaah sebesar Rp 81.747.844,04."

"Itu terdiri dari Bipih rata-rata sebesar Rp 39.886.009," kata Yaqut seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/4/2022).

Dengan jumlah tersebut, biaya haji tahun ini bertambah dibandingkan Bipih Tahun 2020 yang sebesar Rp 31,4 juta hingga Rp 38,3 juta per jemaah tergantung embarkasi.

Seperti diketahui, calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini merupakan calon jemaah haji yang keberangkatannya tertunda pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Dua Tahun Ditutup Akibat Pandemi Covid-19, Arab Saudi Izinkan Lagi Ibadah Haji dengan Jumlah Besar


Namun, para calon jemaah yang akan berangkat tidak dibebani untuk membayar selisih harga antara Bipih 2020 dan 2022.

"Tambahan biaya jemaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M dibebankan kepada alokasi virtual account yang telah dimiliki para calon jemaah Haji 2020 yang selama ini dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily.

Adapun besaran BPIH dan Bipih yang disepakati oleh DPR dan pemerintah berdasarkan asumsi kuota haji Indonesia sebanyak 110.500 jemaah atau 50 persen dari kuota haji pada 2019.

"Dengan rincian kuota untuk jemaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus 8.840 orang," kata Ace. (*)

Baca juga: Tips agar Tak Ditipu oleh Oknum Biro Perjalanan Umrah dan Haji

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Calon Jemaah Haji Bisa Berangkat Tahun Ini, Berikut Biaya yang Telah Disepakati Pemerintah

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved