Jepang Mulai Melonggarkan Pengetatan Aturan untuk Wisatawan Asing, Berikut Persyaratannya

Jepang secara resmi telah membuka perbatasannya untuk turis asing pada Selasa (1/3/2022).

istimewa
Bandara Narita Jepang, kurang dari dua bulan setelah pelonggaran pembatasan masuk, pemerintah Jepang memutuskan untuk memperketatnya kembali. 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Jepang secara resmi telah membuka perbatasannya untuk turis asing pada Selasa (1/3/2022).

Namun turis asing yang diizinkan masuk ke Jepang ialah mereka yang datang dengan tujuan bisnis, penelitian, dan studi saja.

Keputusan dibukanya kembali perbatasan Jepang ini dilakukan pertama kalinya dalam tiga bulan setelah ditutup.


Akan tetapi jumlah kunjungan turis asing ke Jepang akan dilakukan secara terbatas.

Baca juga: Punya 350 Budidaya Sarang Lebah Kelulut, Gapoktan Petangis Hasilkan Rp10 Juta Sekali Panen


Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah, Hirokazu Matsuno yang menyebutkan bahwa Pemerintah Jepang akan meningkatkan pengunjung luar negeri secara bertahap karena kasus pandemi Covid-19 masih menyebar di banyak negara.

Lebih lanjut, untuk turis asing yang ingin berkunjung ke Jepang dengan bandara tujuan Haneda, Narita, dan Kansai harus bersabar.

Lantaran Jepang hanya menerima sebanyak 5.000 pengunjung saja setiap hari.

Kemudian jumlah pengunjung dinaikkan 3.500 pada hari Selasa, untuk warga lokal Jepang maupun turis asing.

"Kami secara bertahap akan meningkatkan pengunjung dari luar negeri mengingat bagaimana pandemi menyebar di dalam dan di luar negeri, serta permintaan dari warga negara Jepang yang kembali ke Jepang," kata Hirokazu Matsuno.

Baca juga: Tiket Pesawat Murah Rute Jakarta-Bengkulu, Harga Mulai Rp 500 Ribuan


Jepang juga memberlakukan langkah-langkah perbatasan terbaru untuk semua pelaku perjalanan luar negeri, termasuk warga lokal maupun turis asing.

Langkah-langkah perbatasan ini ditetapkan karena periode karantina di Jepang telah dipersingkat menjadi tiga hari dari yang sebelumnya tujuh hari.

Berikut syarat karantina bagi turis yang masuk ke Jepang:

1. Turis yang datang dari salah satu dari 37 negara dalam daftar 'hot spot omicron' dan belum menerima suntikan vaksin booster, maka harus karantina tiga hari di fasilitas yang ditunjuk dan menjalani tes negatif pada hari ketiga diperlukan.

2. Turis yang datang dari salah satu dari 37 negara dalam daftar 'hot spot omicron' dan sudah menerima suntikan vaksin booster, maka harus karantina tiga hari di rumah atau tempat yang dipilih dan menjalani tes negatif pada hari ketiga diperlukan.

Baca juga: Nikmati Dimsum Berkualitas Harga Kaki Lima di Pangeran Dimsum, Seporsi Hanya Rp 30 Ribu

Apabila turis ini tidak mengikuti Covid-19, maka harus karantina selama tujuh hari.

3. Turis yang tidak datang dari salah satu dari 37 negara dalam daftar 'hot spot omicron' dan belum menerima suntikan vaksin booster, maka harus karantina tiga hari di rumah atau tempat yang dipilih sendiri dan menjalani tes negatif pada hari ketiga diperlukan.

Apabila turis ini tidak mengikuti tes Covid-19, maka harus karantina selama tujuh hari.


4. Turis yang tidak datang dari salah satu dari 37 negara dalam daftar 'hot spot omicron' dan sudah menerima suntikan vaksin booster, maka tak perlu karantina.

Lebih lanjut, Japan Times melaporkan bahwa turis asing yang masuk ke Jepang juga bisa menggunakan moda transportasi umum di sana.

Baca juga: Fakta Unik Belarusia, Negara Pecahan Uni Soviet, Tiap Kota Punya Nama Jalan Vladimir Lenin

Turis asing ini bisa memakai transportasi umum untuk menuju ke tempat karantina yang telah ditentukan atau dipilih.

“Saya dapat kembali ke Jepang dengan lancar karena saya mendapat suntikan booster dan dibebaskan dari karantina,” kata turis Akira Onodera (57) yang tiba di Bandara Narita dari Hanoi, kepada Kyodo News.

"Tapi saya khawatir pembatasan yang dilonggarkan akan menyebabkan infeksi menyebar," tutupnya.

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved