Mencegah Pencurian Data Pribadi Saat Belanja Online

Selama pandemi, kebanyakan masyarakat belanja online. Memang lebih mudah, namun bukan berarti tanpa risiko.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Selama pandemi, kebanyakan masyarakat belanja online. Memang lebih mudah, namun bukan berarti tanpa risiko. 

Selama pandemi, kebanyakan masyarakat belanja online. Memang lebih mudah, namun bukan berarti tanpa risiko.

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Anda pengguna aplikasi e-commence dan kerap berbelanja online? Tetaplah waspada.

Sebab kalau tak hati-hati, Anda bisa jadi korban kriminal orang-orang yang memanfaatkan e-commerce. Pada tahun lalu misalnya, dua pengguna aplikasi Bukalapak melaporkan kehilangan uangnya di aplikasi tersebut.

Modus pelaku yakni dengan mengirim tautan berbahaya (malware) ke kotak pesan korban di aplikasi.

Bukalapak meminta para penggunanya untuk mewaspadai phishing, tindakan kriminal mendapatkan informasi pribadi korban dengan berpura-pura menjadi pihak berwenang.

Tak Perlu Berkerumun di Pasar, Kini Bisa Belanja Sayuran Lewat Aplikasi

Situs Belanja Online Banjir Pesanan Sejak Virus Corona Mewabah

 

Seiring dengan perubahan perilaku belanja masyrakat selama pandemi, percobaan pencurian data mengalami kenaikan hingga 65 persen pada tahun lalu.

Selain itu dari data Magneto IT Solution, industri e-commence jadi target phishing.

Bukalapak memberikan cara agar terhindar dari phising. Berikut caranya:

Periksa keabsahan pengirim

Selalu memeriksa keabsahan email pengirim, karena email phising terlihat mirip dengan email pada umumnya.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved