Cara Mencegah Pencurian Data Pribadi Saat Belanja Online

Anda pengguna aplikasi e-commence dan kerap berbelanja online? Tetaplah waspada.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Anda pengguna aplikasi e-commence dan kerap berbelanja online? Tetaplah waspada. 

Cara Mencegah Pencurian Data Pribadi Saat Belanja Online

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Anda pengguna aplikasi e-commence dan kerap berbelanja online? Tetaplah waspada.

Sebab kalau tak hati-hati, Anda bisa jadi korban kriminal orang-orang yang memanfaatkan e-commerce. Pada tahun lalu misalnya, dua pengguna aplikasi Bukalapak melaporkan kehilangan uangnya di aplikasi tersebut.

Modus pelaku yakni dengan mengirim tautan berbahaya (malware) ke kotak pesan korban di aplikasi.

Bukalapak meminta para penggunanya untuk mewaspadai phishing, tindakan kriminal mendapatkan informasi pribadi korban dengan berpura-pura menjadi pihak berwenang.

Tak Perlu Berkerumun di Pasar, Kini Bisa Belanja Sayuran Lewat Aplikasi

Situs Belanja Online Banjir Pesanan Sejak Virus Corona Mewabah

 

Seiring dengan perubahan perilaku belanja masyrakat selama pandemi, percobaan pencurian data mengalami kenaikan hingga 65 persen pada tahun lalu.

Selain itu dari data Magneto IT Solution, industri e-commence jadi target phishing.

Bukalapak memberikan cara agar terhindar dari phising. Berikut caranya:

Periksa keabsahan pengirim

Selalu memeriksa keabsahan email pengirim, karena email phising terlihat mirip dengan email pada umumnya.

Tidak mengunduh data dari pengirim yang tak dikenal

Jangan pernah mengunduh lampiran data dari pengirim yang tidak dikenal dan tidak relevan karena biasanya, lampiran tersebut mengandung virus.

Jangan asal membuka link

Begitu pula, jangan membuka tautan (link) apa pun di dalam konten, email yang dikirimkannya tidak diakui atau tidak valid.

Bikin Rekening Terkuras, Ini Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Menggunakan ATM

Libur Lebaran Dijadwal Ulang oleh Pemerintah, Yuk Siapkan Biayanya dari Sekarang!

Libur Lebaran akan Diganti, Agar Masyarakat Tetap Mudik Setelah Pandemi Corona Berakhir

Mendesak dan banyak kesalahan

Email phishing menggunakan bentuk penipuan yang bersifat mendesak. Teknik penulisan pada email phishing seringkali banyak memuat banyak sekali kesalahan penulisan (mistyped).

Rahasiakan informasi

Selalu rahasiakan informasi kamu, dengan tidak membagi informasi sensitif seperti data pribadi, akun pengguna (nama pengguna & kata sandi), data finansial (CVV kartu kredit), dan data lain yang sensitif sensitif.

Biasakan verifikasi

Selalu budayakan verifikasi setiap informasi. Salah satunya dengan tidak langsung mempercayai penawaran fantastis yang tidak masuk akal.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved