Sejarah Kuliner CapCai, Awalnya Adalah Makanan Sisa

Seperti umumnya diketahui, Capcai biasanya mengandung kurang lebih 10 macam sayuran.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Capcai sendiri merupakan sajian khas Tionghoa yang terdiri dari beraneka ragam sayuran. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Terdiri dari 10 racikan sayuran bergizi & disukai, siapa sangka dulu Capcai adalah makanan sisa Raja.

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keanekaragaman suku, bangsa dan bahasa.

Hal inilah menjadi alasan terbentuknya semboyan Bhineka Tunggal Ika pada lambang negara Garuda Pancasila yang bermakna berbeda-beda tetap satu jua.

Kendati terdiri dari berbagai macam suku bangsa, warga negara Indonesia tetap rukun dan saling menghormati satu dengan yang lain.

Baca juga: Sejarah Pizza, Digunakan Warga Miskin yang Tak Punya Piring

Capcai sendiri merupakan sajian khas Tionghoa yang terdiri dari beraneka ragam sayuran.

Bagaimana tidak? Seperti umumnya diketahui, Capcai biasanya mengandung kurang lebih 10 macam sayuran.

Jika diartikan secara harfiah, Capcai merupakan kombinasi kata dari dialek Hokkian yaitu Cap yang berarti sepuluh dan Cai yang bermakna sayuran.

Sejarah dari Capcai sendiri diketahui berawal dari zaman dinasti, di mana makanan sisa raja diolah kembali menjadi pangan yang dapat dikonsumsi oleh pegawai istana lainnya.

Baca juga: Awalnya Lobster Hanya Makanan untuk Narapidana, Kini Jadi Hidangan Mewah

Hal ini pula yang membuat Capcai dianggap sebagai makanan murahan pada zamannya.

Kendati demikian, Capcai kini menjadi makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat, baik dijual maupun dibuat untuk konsumsi sendiri.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved