Penumpang Pesawat Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi untuk Chek In

Kita hanya perlu menunjukkan QR Code yang tertera di aplikasi dan menunjukkan nomor NIK di konter check in bandara.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Kita hanya perlu menunjukkan QR Code yang tertera di aplikasi dan menunjukkan nomor NIK di konter check in bandara. 

Penumpang Pesawat Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi untuk Chek In

TRIBUNKALTIM.CO - Media sosial sempat diramaikan dengan oknum tak bertanggungjawab yang menjual hasil PCR dan sertifikat vaksin palsu.

Sasarannya adalah masyarakat yang membutuhkan dokumen ini untuk perjalanan udara namun belum divaksin.

Baca juga: Pengunjung Mal Wajib Vaksin dan Menggunakan Aplikasi PeduliLindungi

Pemerintah kini mewajibkan aplikasi Peduli Lindungi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara. Hal ini untuk mencegah pemalsuan sekaligus menekan risiko penyebaran virus Covid-19.

Baca juga: Cara Chek & Donwload Sertifikat Vaksin

"Mulai hari ini, kita menerapkan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi di aplikasi Peduli Lindungi.

Hal ini untuk menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu serta memberikan keamanan dan kenyamanan karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrian dan kerumunan," ujar drg. Oscar Primadi, MPH, Sekretaris Jendral Kementriaan Kesehatan RI, seperti dikutip dari akun instagram @kemenkes_ri.

Baca juga: Satgas Covid-19 Tegaskan, Vaksinasi Bukan untuk Pengobatan

Kita hanya perlu menunjukkan QR Code yang tertera di aplikasi dan menunjukkan nomor NIK di konter check in bandara.

Meski demikian, peraturan ini hanya berlaku untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Vaksin Pfizer dan Moderna Diklaim Lindungi Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir

Mekanisme ini memastikan hanya penumpang yang benar-benat berstatus sehat yang dapat bepergian. Hal ini dipastikan dengan hasil PCR dan status vaksinasinya.

Untuk memastikan kelancarannya, para penumpang diharuskan melakukan tes PCR atau antigen di kab kesehatan yang terafiliasi dengan pemerintah.

Baca juga: Setelah Vaksin Covid-19, Masih Perlu Tes PCR?

Nantinya, hasilnya maupun status vaksinasi kita akan tersimpan sebagai big data yang diberi nama New All Record (NAR).

Seluruh data ini terkoneksi dengan aplikasi Peduli Lindungi sehingga pengisian e-Hac, kartu kewaspadaan kesehatan untuk pelaku perjalanan, bisa dilakukan secara digital di platform ini.

Baca juga: Ini Syarat Perjalanan Terbaru Mulai 11 Agustus 2021

Integrasi data ini juga menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang lebih mudah dipalsukan.

Karena kemudahan ini, tak ada lagi alasan untuk masyarakat mencetak atau, lebih parah lagi, memalsukan kartu vaksinasi.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved