Cara Pesan Makanan di Tengah Pandemi dengan Aman

Berada di rumah adalah pilihan yang tepat saat kondisi pandemi. Urusan lainnya tinggal diselesaikan secara daring; salah satunya dalam memesan makanan

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Ilustrasi pesan antar makanan 

Cara Pesan Makanan di Tengah Pandemi dengan Aman

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Berada di rumah adalah pilihan yang tepat saat kondisi pandemi. Urusan lainnya tinggal diselesaikan secara daring; salah satunya dalam memesan makanan. 

Menggunakan jasa order makanan menjadi pilihan yang mudah. Hal tersebut bisa menghindari kita dari keramaian selama social distancing.

Namun, bagaimana agar pesan makanan tetap aman saat wabah Virus Corona

Amankah pesan makanan saat pandemi coronavirus?

Pada saat wabah coronavirus yang membutuhkan kewaspadaan tinggi seperti sekarang sangatlah wajar jika kita memiliki pertanyaan terkait banyak hal.

Salah satunya perihal jasa pesan antar makanan yang kita gunakan. Apakah makanan yang kita pesan akan terkontaminasi coronavirus? Apakah COVID-19 ini bisa menyebar melalui makanan atau wadah pesan antarnya?

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) juga menegaskan bahwa COVID-19 tidak ditularkan melalui makanan.

“Saat ini tidak ada bukti makanan atau kemasan makanan bisa menyebarkan SARS-CoV-2. Tidak seperti hepatitis A yang sering membuat orang sakit melalui makanan yang terkontaminasi. COVID-19 menular melalui air liur, remah-remah makanan tidak dikenal sebagai rute penularan virus ini,” tulis FDA dalam situs webnya.

Sekalipun Anda memakan makanan dengan virus, tidak ada virus yang melekat di jalur pencernaan, sehingga menelan virus tidak akan menyebabkan penularan penyakit. Dengan kata lain, sistem pencernaan akan mencerna dan membuangnya.

Walaupun COVID-19 tidak menular melalui makanan kemasan pesan antar, FDA mengingatkan untuk mengutamakan kebersihan. Imbauan ini ditujukan kepada semua orang yang berperan dalam pengolahan hingga pengantaran makanan.

Termasuk membersihkan permukaan benda-benda dan mencuci tangan secara berkala. Hal ini tentu saja untuk menurunkan potensi risiko seminim mungkin.

“Selalu ingat pentingnya mengikuti empat langkah utama keamanan makananbersih, terpisah, matang, atau dibekukanuntuk mencegah penularan penyakit melalui keracunan makanan,” tulis FDA dalam situs webnya.

Waspadai potensi penularan lain

Ternyata bukan dari makanan saja. Para ahli mengatakan ada potensi penularan dari pembungkus atau wadah makanannya yang perlu diwaspadai.

Ada risiko penularan dari coronavirus yang menempel di kemasan saat pesan makanan.

Misalnya jika petugas yang menyiapkan telah terinfeksi COVID-19 lalu air liurnya mengenai bungkus makanan maka virusnya bisa tetap hidup di kemasan tersebut dan bisa berpindah ke tangan pemesan.

Tapi jangan khawatir risiko tersebut sangat kecil dan bisa dicegah. Intinya para ahli mengatakan sangat rendah potensi penularan COVID-19 dalam paket atau kemasan pesan antar makanan. 

“Saya ingin menjelaskan bahwa makanan atau paket bisa membawa virus, tetapi risiko penularannya sangat rendah,” kata Benjamin Chapman, seorang profesor spesialis keamanan makanan Universitas North Carolina. “Sungguh, risikonya sangat rendah.”

“Walaupun mungkin bahwa virus menempel (di kemasan makanan pesan antar) kami tidak memiliki indikasi bahwa ini adalah faktor risiko penularan COVID-19 atau penyakit pernapasan lainnya,” kata Chapman.

“Bahkan dengan jutaan kasus influenza setiap tahun, kemasan bukanlah sesuatu yang kita persoalkan,” jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved