Bahan Makanan & Minuman yang tak Boleh Dipanaskan dengan Microwave

Beberapa makanan, minuman, dan wadah dapat melepaskan racun, membakar, meleleh, atau bahkan meledak

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Memanaskan Makanan dalam Wadah Plastik di Microwave, Aman atau Tidak? TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Saat sedang liburan, Anda mungkin tidak punya banyak pilihan untuk memasak. Hotel barangkali menyediakan pemanas makan seperti microwave. Apakah Anda salah satu orang yang suka memanaskan makanan di microwave? Kepraktisan dan hemat waktu adalah dua hal yang menjadi alasan utama menggunakan microwave untuk memanaskan makanan. Sebagian orang mungkin memiliki kebiasaan mengambil makanan dari lemari pendingin kemudian langsung memasaknya ke microwave. Dalam waktu tiga menit saja, makanan itu sudah siap disantap. Tapi, apakah benar, memanaskan makanan dengan plastik di microwave aman? Simak penjelasannya berikut ini. Mengenal berbagai jenis wadah plastik Pernahkah Anda mendengar soal memanaskan makanan menggunakan wadah plastik dalam microwave bisa menyebabkan kanker? Hmmm… Sebenarnya berita ini tidak sepenuhnya benar. Bahan plastik yang biasanya digunakan sebagai wadah untuk memanaskan makanan ternyata tidak mengandung dioksin. Hal ini dikarenakan dioksin hanya muncul ketika sampah, plastik, logam, kayu, dan bahan-bahan lainnya dibakar. Jadi, selama Anda tidak membakar makanan Anda dalam microwave, maka Anda tidak akan terpapar dioksin. Namun, tetap amankah memanaskan makanan dalam plastik di microwave? Pada dasarnya tidak ada substansi tunggal yang disebut “plastik”, karena istilah tersebut mencakup banyak bahan yang terbuat dari berbagai senyawa organik dan anorganik. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis wadah plastik yang ada di pasaran. Jadi plastik yang beredar di pasaran di bagi menjadi tiga jenis yang tergantung pada kegunaannya, yaitu: Plastik yang dirancang untuk produk rumah tangga Plastik yang digunakan untuk menyimpaan persediaan alat berkebun Plastik yang memang secara khusus dibuat untuk menyimpan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Nah, perusahaan yang membuat produk wadah penyimpanan makanan tentunya menggunakan bahan yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memproduksi wadah penyimpanan makanan yang bisa dipanaskan. Jadi tidak semua bahan kimia yang digunakan untuk membuat wadah plastik itu sama. Kandungan bahan kimia dalam wadah penyimpanan makanan Ada beberapa zat kimia yang ditambahkan ke dalam plastik wadah penyimpanan makanan untuk membentuk dan menstabilkannya bahan kimia di dalamnya. Namun, umumnya ada dua komponen dalam plastik yang Anda waspadai, yaitu bisphenol-A (BPA) yang ditambahkan untuk membuat plastik menjadi bening dan keras, serta phthalates yang ditambahkan untuk membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel. Zat BPA dan phthalates sering diyakini sebagai “pengganggu sistem endokrin”, yang mana ke dua zat ini bisa mengganggu fungsi normal hormon manusia dan bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan BPA dan phthalates bisa saja berpindah ke makanan saat di panaskan, apalagi pada makanan berlemak seperti daging dan keju. Selain itu jika paparan BPA terkena pada ibu hamil maka akan menyebabkan gangguan selama kehamilan. Itu sebabnya Badan Pengawasan obat dan Makanan Amerika (FDA) melarang penggunaan BPA pada produk bayi dan ibu hamil. Sebelum memproduksi wadah penyimpanan makanan yang bisa dipanaskan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengharuskan produsen wadah plastik untuk mengujinya terlebih dahulu menggunakan tes yang memenuhi standar dan spesifikasi FDA. Kemudian hasil uji data ditinjau lagi sebelum FDA menyetujui bahwa wadah tersebut aman untuk digunakan dalam microwave. Beberapa tes ini dilakukan untuk mengukur migrasi bahan kimia pada beberapa suhu panas, yang mana untuk mengetahui ketahanan wadah plastik tersebut selama digunakan. Dan hanya wadah plastik yang lulus tes tersebut, dapat menampilkan label “microwave-safe”, atau kata-kata yang menyatakan bahwa mereka telah disetujui untuk digunakan dalam microwave. Jadi, apakah aman memanaskan makanan dalam wadah plastik di microwave? Untuk mencegah berbagai bahaya akibat penggunaan wadah plastik, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan microwave 

TRIBUNKALTIM.CO - Microwave menjadi alat yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuannya untuk menghangatkan makanan dengan cepat dapat menghemat waktu waktu memasak, dan mempercepat waktu persiapan makanan.

Baca juga: Bahaya Makanan & Minuman Panas yang Dikemas dalam Kantong Plastik

Namun, seperti yang dilansir dari Real Simple, berbeda dengan lemari es yang dapat menampung semua makanan, ada beberapa bahan makanan yang tidak boleh dimasukkan ke dalam microwave.

Beberapa makanan, minuman, dan wadah dapat melepaskan racun, membakar, meleleh, atau bahkan meledak jika dipanggang kurang dari satu menit.

Baca juga: Wadah Apa Saja yang Bisa Dimasukkan ke Microwave?

Beberapa bahkan mungkin berubah menjadi racun. Beberapa dari makanan ini cukup umum, Anda bahkan mungkin sudah memanaskannya di microwave.

Hanya karena sesuatu yang buruk tidak terjadi, bukan berarti tidak akan terjadi, jadi lindungi diri Anda dan orang lain di dapur dengan tidak memanaskan makanan dan benda ini di microwave.

1. Cabai

Cabai merah, oranye, atau hijau, mengandung senyawa yang disebut capsaicin yang memberi rasa pedas.

Saat cabai dipanaskan, terutama varietas yang sangat panas, capsaicin di dalamnya menguap ke udara tertutup microwave.

Membuka pintu microwave membuat Anda terkena asap yang dapat mengiritasi dan membakar paru-paru, tenggorokan, mata, dan hidung Anda.

Baca juga: Jangan Buang Makanan Sisa Sahur atau Berbuka Puasa, Begini Cara Menyimpan & Memanaskan

2. Telur rebus

Saat telur di dalam cangkang dan yang dikupas dipanaskan dalam microwave, mereka melepaskan uap. Uap tidak bisa lepas dari putihnya, sehingga tekanan terbentuk.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved