Protes PPKM Darurat, Kafe Naikkan Harga 3 Kali Lipat untuk Aparat & Pejabat

Sebagai bentuk protes pelaksanaan PPKM Darurat pengelola cafe menaikkan harga tiga kali lipat khusus bagi aparat dan pejabat.

Editor: Geafry Necolsen
Instagram/kisahkopi17
Ilustrasi. Sebagai bentuk protes pelaksanaan PPKM Darurat pengelola cafe menaikkan harga tiga kali lipat khusus bagi aparat dan pejabat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang pemerintah hingga akhir Juli 2021 menuai protes dari pelaku usaha.

Pasalnya, dengan adanya kebijakan itu dinilai sangat berdampak negatif terhadap pendapatan mereka.

Salah satu pelaku usaha yang melakukan protes itu adalah pemilik kafe di Kota Malang, Jawa Timur, bernama Cahya Sinda.

Sebagai bentuk protes pelaksanaan PPKM Darurat itu, Cahya menaikkan harga tiga kali lipat khusus bagi aparat dan pejabat.

Baca juga: Tempat-tempat Rawan Penularan Covid-19 yang Harus Diwaspadai

Dalam papan harga di kafe itu dituliskan "Big Promo, khusus aparat dan pejabat pemerintahan, bayar tiga kali lipat dari harga normal".

Saat dikonfirmasi KompasTV, alasan Cahya memberlakukan harga khusus kepada profesi tersebut karena mereka dianggap tidak terdampak dengan adanya kebijakan itu.

Sebab, mereka masih mendapatkan gaji tetap setiap bulannya.

Baca juga: Begini Nasib Pedagang di Balikpapan Selama PPKM Darurat

"Jadi selain bentuk protes ya sekalian aja minta bansosnya dalam bentuk promo kepada mereka," ujarnya.

Dijelaskan Cahya, selama PPKM Darurat berlangsung itu pendapatan di kafenya anjlok.

Baca juga: 4 Makanan yang Harus Dihindari Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri di Rumah

Jika sebelumnya rata-rata sehari bisa mendapatkan pemasukan Rp 500.000, sekarang hanya Rp 100.000. Bahkan, pernah tidak ada pemasukan sama sekali.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved