Penyakit Sapi Gila, Apakah Menular ke Manusia kalau Memakan Dagingnya?

Penyakit sapi gila alias mad cow disease adalah penyakit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Ilsutrasi, Pedagang menjual daging sapi di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. 

Penyakit Sapi Gila, Apakah Menular ke Manusia kalau Memakan Dagingnya?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Penyakit menular pada umumnya disebabkan oleh infeksi mikroorganisme jamur, bakteri, atau virus namun berbeda dengan mad cow disease alias penyakit sapi gila.

yang penyebabnya adalah protein dan dapat merusak jaringan saraf pada seseorang. Meskipun penyakit ini jarang ditemukan, namun perkembangan penyakit ini selalu berujung dengan kematian.

Apa itu penyakit sapi gila?

Penyakit sapi gila alias mad cow disease adalah penyakit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia.

Pada hewan, khususnya sapi, penyakit ini dikenal dengan nama bovine spongiform encephalopathy (BSE) sedangkan pada manusia dikenal dengan variant Creutzfeldt-Jakob disease (vCJD).

Baik BSE dan vCJD disebabkan oleh protein abnormal (prion) yang menimbulkan kerusakan sistem saraf pusat, sehingga baik pada hewan maupun manusia dapat menyebabakan kehilangan kendali atas otot pada tubuhnya, seperti kesulitan berjalan atau berdiri.

Penyakit sapi gila pada manusia merupakan varian dari Creutzfeldt-Jakob disease (CJD) namun keduanya merupakan penyakit yang berbeda.

Infeksi vCJD diduga berkaitan erat dengan infeksi BSE pada hewan ke manusia, namun kasus CJD tidak ditemukan adanya bukti infeksi.

Baik vCJD dan CJD merupakan penyakit yang disebabkan oleh prion yang bersifat merusak saraf (neurodegenerative) sehingga selalu berakhir dengan kematian.

Hingga saat ini tidak diketahui secara pasti bagaimana transmisi prion hingga menginfeksi saraf pusat dapat terjadi pada individu.

Menurut CDC agent penyakit sapi gila diduga berasal dari perkembangan protein abnormal yang berubah menjadi prion dan menyebabkan penyakit BSE pada sapi.

Selanjutnya konsumsi daging sapi yang sakit akan menyebabkan penyakit vCJD pada manusia.

Infeksi vCJD erat kaitannya dengan konsumsi produk hewan atau olahan sapi yang terinfeksi prion. Meskipun demikian, sangat kecil peluang ditemukan prion pada daging dan susu sapi.

Pada umumnya prion menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang sapi, namun beberapa prion juga berpotensi menginfeksi organ yang terdapat jaringan saraf seperti liver, limfa, sumsum tulang, dan darah sapi

Pada manusia, kontak fisik tidak akan menyebabkan penularan  vCJD antar manusia namun tetap dapat ditularkan melalui kanibalisme dan transplantasi organ manusia yang telah terinfeksi prion.

Selain itu kasus infeksi prion dalam darah manusia pernah ditemukan di Inggris sehingga terdapat peraturan yang melarang transfusi atau donor darah dari individu yang berasal dari wilayah yang pernah terjadi wabah BSE dan vCJD.

Gejala pada seseorang yang terkena penyakit sapi gila

Berbeda dengan CJD, penyakit sapi gila atau infeksi vCJD dapat muncul dan berkembang setelah seseorang medapatkan infeksi prion dari BSE pada sapi ataupun hewan lainnya.

Hal inilah yang menyebabkan vCJD memiliki umur kematian yang lebih muda, sedangkan penyakit CJD cenderung berkembang dan menimbulkan gejala pada individu lansia.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved