PPKM Darurat, Pedagang Angkringan di Balikpapan Mengaku Tidak Ada Pendapatan

Para pemilik warung dan pedagang angkringan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, meluapkan keluhannya terhadap penerapan PPKM Darurat.

Editor: Geafry Necolsen
KOMPAS
Ilustrasi warung angkringan. Para pemilik warung dan pedagang angkringan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, meluapkan keluhannya terhadap penerapan PPKM Darurat. 

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Para pemilik warung dan pedagang angkringan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, meluapkan keluhannya terhadap penerapan PPKM Darurat.

Salah satunya, datang dari seorang pedagang angkringan di daerah Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Wina pemilik angkringan Raden mengaku tak ada omset pemasukan selama diberlakukannya PPKM Darurat.

 

Ia pun mengaku kebingungan lantaran tumpuan penghasilannya hanyalah angkringan yang ia rintis bersama suaminya setiap malam.

"Sangat terasa sekali, bayangkan saja untuk take away pun susah. Mati penghasilan kami. Kami pun tak mendapat bantuan sosial dari pemerintah," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Selasa (13/7/2021).

Budhe sapaan akrabnya, pernah berencana untuk membuka lebih awal lapak angkringannya.

Namun, hal itu luntur dikarenakan banyak petugas yang berjaga dan kerap melintas di wilayah tempatnya berjualan.

Konsep PPKM Darurat Lebih Berat

Menurutnya, penerapan PPKM Darurat yang saat ini dilakukan lebih berat ketimbang pembatasan yang dilakukan saat awal pandemi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved