Bahaya Merokok di dalam Mobil, Kadar Racun Meningkat 23 Kali Lipat

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kadar toksin yang dikeluarkan oleh rokok akan diisap dalam mobil bisa meningkat hingga 23 kali lipat dibandingkan di

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kadar toksin yang dikeluarkan oleh rokok akan diisap dalam mobil bisa meningkat hingga 23 kali lipat dibandingkan di ruangan tertutup. 

Bahaya Merokok di dalam Mobil, Kadar Racun Meningkat 23 Kali Lipat

TRIBUNKALTIM.CO - Merokok menjadi salah satu bagian hidup yang tidak bisa dipisahkan bagi sebagian masyarakat.

Tidak jarang para perokok merasa seperti ada yang kurang ketika dirinya belum merokok dalam jangka waktu tertentu.

Tidak hanya pada waktu luang, bahkan kadang merokok bisa dilakukan sambil melakukan hal lain, seperti menyetir mobil.

Merokok di dalam mobil merupakan kebiasaan yang sering dilakukan, bahkan sering kali hal tersebut dilakukan dengan kondisi air conditioner (AC) dalam keadaan menyala.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kadar toksin yang dikeluarkan oleh rokok akan diisap dalam mobil bisa meningkat hingga 23 kali lipat dibandingkan di ruangan tertutup.

Hal tersebut akan sangat berbahaya bagi penumpang mobil khususnya bagi mereka perokok pasif dan masih pada usia anak atau bayi.

Baca juga: Jika Memilih Kamar Hotel Bebas Asap Rokok, Ini Risikonya Kalau Tetap Nekat Merokok

Baca juga: Fakta di Balik Larangan Merokok Toilet Pesawat, Ini Bahayanya

Mereka yang tidak merokok ketika nebeng di mobil yang biasa menjadi tempat merokok, akan menikmati racun yang sangat berbahaya.

British Medical Association mengungkapkan bahwa perokok pasif di dalam mebil akan jauh lebih rentan mengalami dampak buruk dari kandungan rokok.

Bahkan penelitian yang mereka lakukan menunjukkan bahwa banyak bayi atau anak yang mngalami asma, dan kerusakan paru karena menjadi perokok pasif di dalam mobil.

 
Dikutip dari Otomotif.Kompas.com, apapun kondisi di dalam mobil, AC menyala ataupun tidak, sebaiknya jangan merokok di dalam mobil.

Salah satu efek yang akan ditimbulkan adalah menjadikan kinerja penyejuk ruang atau kabin menjadi cepat rusak.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Bengkel Rotary Bintaro, Kelvin Ong, yang menjelaskan bahwa asap rokok akan diisap oleh AC.

Ilustrasi merokok
Ilustrasi merokok (istimewa)

“Kotoran atau debu itu akan masuk ke sistem AC sehingga menjadikan evaporator menjadi kotor. Efeknya jangka pendeknya akan bau hingga berjamur,” ujar Kevin.

Beberapa orang mungkin berpikiran membuka kaca mobil saat merokok akan membuat asap rokok terbawa angina ke luar kendaraan.

Pemikiran ini ternyata salah besar, asap rokok justru akan berkumpul di dalam mobil dan diisap oleh penumpang lain, bahkan mereka yang menumpang di kemudian hari.

Melihat semua dampak tersebut, lebih baik Anda mempertimbangkan kembali mobil yang akan Anda tebengi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved