Bungkus McD BTS Meal Dijual hingga Rp 599 Juta di Marketplace

Minat yang tinggi akan barang tersebut tak hanya membuat antrean di berbagai daerah, tapi juga membuat orang beramai-ramai menjual bungkus atau kemasa

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Minat yang tinggi akan barang tersebut tak hanya membuat antrean di berbagai daerah, tapi juga membuat orang beramai-ramai menjual bungkus atau kemasan bekas makanan tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO - BTS Meal hasil kerja sama restoran cepat saji McDonald's dan grup K-pop asal Korea Selatan, BTS, viral dan menjadi perbincangan publik di Indonesia sejak Rabu (9/6/2021).

Menu BTS Meal berisi paket makanan yang ditawarkan berupa nugget ayam, kentang goreng, dan minuman bersoda yang dikemas dengan kemasan khusus berwarna ungu.

Selain itu disertai dua saus (dipping sauce), saus pedas manis, dan saus Cajun khas Korea Selatan.

Minat yang tinggi akan barang tersebut tak hanya membuat antrean di berbagai daerah, tapi juga membuat orang beramai-ramai menjual bungkus atau kemasan bekas makanan tersebut.

Di marketplace harganya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan.

Menurut penelusuran Kompas.com, salah satu yang termahal dijual di OLX seharga Rp 599 juta.

Di kolom keterangan ditulis bahwa barang tersebut bertipe koleksi orang terkenal dan dalam kondisi bekas.

Penjual menulis barang itu hanya untuk kolektor dan ARMY BTS (julukan untuk fans BTS).

Adapun yang dijual adalah 1 paket berisi:

  • 1 gelas (tanpa tutup)
  • 1 box chicken nugget (tanpa chicken nugget)
  • 1 kantong kertas McD BTS Menu.

Penjual menegaskan bahwa yang dijual hanya bungkusnya. Sehingga pihaknya tidak menerima komplain.

Diklaim juga bahwa kondisi barang bersih dan telah dicuci. Selain itu barang yang sudah dibeli tidak bisa dibatalkan.

Lantas, apakah penjualan dengan harga fantastis diperbolehkan?

Dosen FEB Universitas Indonesia Gita Gayatri menanggapi, pada dasarnya jual dan beli dilakukan berdasarkan demand yang ada di pasar.

Proses membeli dengan harga normal (dengan perjuangan), kemudian menjual dengan harga tinggi itu adalah proses bisnis.

"Jika ada yang tertarik dan tidak memperdulikan soal uang yang dihabiskan, maka dia akan beli. Jika mereka merasa terlalu mahal dan tidak bernilai (valulable), maka konsumen tidak akan membeli. Sesederhana itu persamaannya," katanya kepada Kompas.com, Kamis (10/6/2021).

Dia mengungkapkan, menjual dengan harga yang melampaui batas biasanya tidak boleh jika:

  1. Price gouging: artinya menjadi satu-satunya orang yang bisa membeli dan harga dinaikkan dengan seenaknya, sehingga orang lain terpaksa membelinya.
  2. Scalping: membeli banyak barang sehingga terjadi kelangkaan (misalnya tiket kereta saat mudik tiba atau tiket konser), lalu dijual dengan harga tinggi. Hal seperti ini sudah masuk ke ranah ilegal.
  3. Barang yang dijual merupakan komoditi yang dibutuhkan, misalnya masker.
  4. Barang-barang yang membutuhkan izin penjualan dari pemerintah, contohnya, penjualan minuman keras di indonesia diatur dengan ketat, menjualnya di luar outlet berlisensi adalah ilegal.

"Jika dilihat bungkus BTS Meal yang dijual selangit itu rasanya tidak memenuhi keempat kriteria tersebut. Jadi kalau ditanya 'boleh atau tidak?', ya selama ada demand, boleh-boleh saja karena tidak ada juga unsur pemaksaan," kata dia.

Saat disinggung terkait etis tidaknya menjual dengan harga berkali-kali lipat dari harga normal, menurutnya hal itu sangat tidak etis, karena penjual memanfaatkan kesempatan meraup keuntungan.

"Tapi selain unsur legalitas, ada unsur ethical. Masalahnya adalah, apakah pembelinya rasional atau irrasional?" kata Gita.

Dia menjelaskan, dalam konteks McD BTS Meal, ada faktor X yang berperan, yaitu produk ini menggabungkan meal standar yang ada di McD (mengusung brand McD yang sudah sangat besar equity-nya), disandingkan dengan global fenomena BTS K-pop, dengan fanbase (fandom) ARMY-nya yang ada di seluruh dunia.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved