Rute Penerbangan Paling Berbahaya di Dunia, Indonesia Salah Satunya

Meski kecanggihan teknologi penerbangan sudah sangat menjamin keamanan penumpang pesawat, tapi pada dasarnya tidak ada perjalanan yang 100 persen aman

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Meski kecanggihan teknologi penerbangan sudah sangat menjamin keamanan penumpang pesawat, tapi pada dasarnya tidak ada perjalanan yang 100 persen aman. 

Rute Penerbangan Paling Berbahaya di Dunia, Indonesia Salah Satunya

TRIBUNKALTIM.CO – Dunia penerbangan tidak dipungkiri memiliki risiko tersendiri, mulai dari kecelakaan, pembajakan, pelanggaran keamanan, penumpang atau kru yang tidak taat aturan, hingga pilot yang berada di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan.

Meski kecanggihan teknologi penerbangan sudah sangat menjamin keamanan penumpang pesawat, tapi pada dasarnya tidak ada perjalanan yang 100 persen aman.

Selain kecakapan maskapai untuk menjamin keamanan penumpang, rute penerbangan ke wilayah atau daerah tertentu seringkali menjadi pertimbangan untuk terbang.

Untuk diketahui, terdapat beberapa tempat berbahaya di dunia dengan kondisi alam yang tidak memungkinkan sebuah pesawat melintas di atasnya.

Selain faktor alam dan kondisi cuaca, sejumlah rute penerbangan juga berpotensi menimbulkan bahaya apabila melintasi negara yang sedang berkonflik atau mengalami tekanan politik yang hebat.

Nah, tempat atau negara mana sajakah yang menjadi rute paling berbahaya untuk terbang?

Berikut tujuh rute penerbangan paling berbahaya di dunia, seperti dirangkum dari Aero Corner, Senin (31/5/2021).

1. Segitiga Bermuda

 

 

Kawasan ini mungkin tidak terdengar asing bagi sebagian orang. Pasalnya, perairan yang berada di sekitar Kepulauan Karibia dan Samudera Atlantik selatan ini telah menelan banyak pesawat dan kapal.

Beberapa pihak bahkan percaya bahwa daerah ini merupakan zona kematian. Mitos adanya monster laut hingga dunia bawah laut Atlantis pun santer dibicarakan.

Meski masih menjadi tanda tanya, kelompok ilmuwan dari Universitas Southampton mengatakan, hal itu bisa terjadi lantaran adanya gelombang setinggi 1.000 kaki (sekitar 304,8 meter) di dalam segitiga tersebut.

“Daerah itu sepertinya mengalami tiga badai besar yang datang bersamaan dari arah yang berbeda. Inilah yang memicu adanya gelombang besar,” jelas Ilmuwan Laut dan Bumi Simon Boxall, seperti dikutip Tech Explorist, Kamis (2/8/2018).

Kondisi cuaca ekstrem itu tentu menjadi alasan para pilot penerbangan di seluruh dunia memilih untuk menghindari rute ini.

2. Penerbangan ke Indonesia

 

 

Selain perkara cuaca dan kondisi ekstrem suatu wilayah, pemilihan rute penerbangan kerap didasarkan pada jenis pesawat yang digunakan maskapai penerbangan

Indonesia merupakan salah satu negara yang sempat mendapat warning dari asosiasi penerbangan dunia karena banyaknya kecelakaan yang terjadi.

Pada 2015, telah terjadi tiga kecelakaan pesawat di Tanah Air. Dari tiga kecelakaan ini, sebanyak 54, 162, dan 100 orang meninggal dalam masing-masing penerbangan.

Saking banyaknya kecelakaan yang terjadi, Uni Eropa bahkan pernah melarang sebanyak 59 dari total 63 maskapai penerbangan Indonesia untuk melintasi wilayahnya.

Sebelum tahun 2016, Federation Aviation Administration (FAA) bahkan telah menempatkan Indonesia dalam daftar negara kategori dua yang gagal memenuhi peraturan internasional untuk keselamatan udara.

3. Penerbangan ke Nepal

 

Bahkan, rute penerbangan keluar-masuk negara ini bisa dikatakan sebagai salah satu yang paling berbahaya di dunia. Mengapa demikian?

Jawabannya adalah karena negara ini memiliki medan berbahaya berupa gunung-gunung yang terjal. Udara kencang bergerak melalui pegunungan dan memantul ke atas dengan keras, sehingga berpotensi menimbulkan turbulensi dan mengganggu penerbangan.

Terlebih lagi penerbangan ke Bandara Lukla yang dekat dengan Gunung Everest. Lukla bahkan dijuluki sebagai bandara paling berbahaya di dunia.

Pasalnya, bandara yang berada di Distrik Solukhumbu itu memiliki landasan pacu yang pendek, yakni 1.729 kaki atau sekitar 527 meter saja. Sempitnya landasan pacu dan waktu terbatas akan menyulitkan pilot ketika take off dan landing secara aman.

4. Rute ke sejumlah negara Amerika Latin

Kawasan Amerika Latin memiliki rekor keamanan penerbangan sebanyak 3,36 poin selama kurun waktu lima tahun.

Rendahnya tingkat keamanan penerbangan di kawasan ini disebabkan oleh jadul-nya teknologi yang digunakan maskapai penerbangan di berbagai negara Amerika Latin. Hal ini bisa membuat penerbangan keluar-masuk wilayah menjadi berbahaya.

Selain itu, sejumlah negara Amerika Latin terletak di sepanjang garis khatulistiwa. Artinya, badai tropis dan cuaca buruk yang datang secara mendadak dapat membahayakan penerbangan.

5. Penerbangan keluar-masuk Suriah

Penerbangan keluar-masuk Suriah bisa dikatakan berbahaya karena kondisi politik negara yang tidak stabil.

Seperti diketahui, sampai detik ini, Suriah masih mengalami gejolak perang saudara yang telah merenggut banyak nyawa. Kondisi peperangan ini membuat sejumlah penerbangan melintasi negara di Timur Tengah ini menjadi tidak aman.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) bahkan sempat mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tidak bepergian ke Suriah.

6. Rute ke beberapa negara pecahan Uni Soviet

 

 

Jalur penerbangan di beberapa negara pecahan Uni Soviet memang dikenal berbahaya bagi sebagian besar maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Salah satu alasan mengapa rute ini berbahaya adalah adanya teknologi keselamatan penerbangan yang tidak aman. Beberapa pihak bahkan menyebut jika negara-negara pecahan Uni Soviet ini menggunakan teknologi lama untuk penerbangan mereka.

Kasus jatuhnya pesawat malaysia MH17 di Ukraina karena Perang Donbass juga menjadi peringatan penting akan rawannya penerbangan di daerah tersebut.

Uni Eropa bahkan sempat melarang maskapainya untuk terbang di sepanjang wilayah Kazakhstan. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga melakukan hal serupa terhadap beberapa penerbangan di Georgia.

Sebagai informasi, negara-negara pecahan Uni Soviet ini tergabung dalam Commonwealth of Independent States (CIS). Mereka adalah Azerbaijan, Armenia, Belarus, Georgia, Kazakhstan, Kirgistan, Moldova, Rusia, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Ukraina.

7. Beberapa rute penerbangan Eropa-Afrika

Uni Eropa menganggap bahwa beberapa penerbangan rute Afrika-Eropa menggunakan maskapai penerbangan tertentu dari negara-negara Afrika terlalu berbahaya.

Jalur penerbangan paling berbahaya di Afrika mencakup beberapa negara yang mendapat kritik tajam karena kurangnya peraturan keselamatan, seperti Angola, Eritrea, Kongo, Sierra Leone, dan Sudan.

Beberapa faktor yang membuat penerbangan di sejumlah negara di Benua Afrika berbahaya adalah banyaknya human error dan pengawasan keselamatan yang masih minim.

Hal tersebut tidak mencakup jalur dan maskapai penerbangan Mesir serta Afrika Selatan. Kedua negara ini dinilai memiliki keamanan penerbangan yang mumpuni dan lebih diterima di komunitas lalu lintas udara global.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved