Tips Traveling Aman & Nyaman untuk Penyandang Disabilitas

Tak dapat dibantah jika bepergian jauh bisa jadi suatu tantangan tersendiri bagi penyandang disabilitas.

Editor: Geafry Necolsen
net
Tak dapat dibantah jika bepergian jauh bisa jadi suatu tantangan tersendiri bagi penyandang disabilitas. 

Dokter dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan tubuh Anda, risiko yang mungkin muncul selama bepergian, serta obat-obatan yang Anda mungkin butuhkan selama di destinasi untuk berjaga-jaga.

Tenaga kesehatan di tempat asal Anda juga bisa membantu mengatur perawatan medis di luar negeri apabila dibutuhkan. Pastikan Anda memiliki asuransi kesehatan yang memadai demi keamanan Anda selama traveling.

3. Memastikan keamanan transportasi
Tantangan lain yang dihadapi penyandang disabilitas saat traveling adalah transportasi. Terutama jika kondisi medis yang Anda alami membuat Anda harus menggunakan alat bantu jalan berupa kruk, kursi roda, dan sejenisnya.

Sebelum berangkat, pastikan Anda sudah mempersiapkan transportasi pulang-pergi yang mencakup bandara, hotel, hingga destinasi wisata. Carilah informasi mengenai ketersediaan transportasi ramah disabilitas di area tujuan.

4. Menggunakan jasa agen travel khusus
Bepergian seorang diri memang menyenangkan. Namun, ketika mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru, tidak ada salahnya menggunakan jasa agen travel yang telah berpengalaman mendampingi penyandang disabilitas.

Traveling akan terasa lebih mudah saat didampingi oleh orang-orang yang memahami kebutuhan Anda. Mereka juga bisa membantu Anda mengunjungi tempat-tempat yang sulit didatangi jika Anda bepergian seorang diri.

5. Membawa kebutuhan darurat ke mana pun Anda pergi
Penyandang disabilitas biasanya memiliki kartu khusus berisi informasi tentang data diri, kondisi medis yang dialami, dan nomor kontak darurat. 

Jika Anda tidak mendapatkannya dari rumah sakit tempat Anda dirawat, Anda bisa membuatnya sendiri. Simpanlah kartu informasi ini di tempat yang mudah ditemukan, misalnya dompet.

Sertakan pula nomor kontak dokter Anda, serta catatan khusus yang diberikan dokter. Selain itu, bawalah obat-obatan lengkap ke mana pun Anda berada untuk mengantisipasi kondisi darurat.

6. Kabari orang-orang terdekat Anda
Traveling bisa jadi berisiko jika penyandang disabilitas tidak memberi kabar kepada orang-orang terdekat. Baik sebelum maupun saat bepergian, beritahukan ke mana akan Anda pergi dan perkiraan waktu kedatangan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved