Sejak Kapan Popcorn Jadi Camilan 'Wajib' Nonton Film di Bioskop?

bagaimana sejarahnya popcorn dan aneka camilan lain bisa jadi bagian tak terpisahkan dari bioskop?

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Bagaimana sejarahnya popcorn dan aneka camilan lain bisa jadi bagian tak terpisahkan dari bioskop? 

Sejak Kapan Popcorn Jadi Camilan 'Wajib' Nonton Film di Bioskop?

TRIBUNKALTIM.CO – Nonton film di bioskop rasanya tak lengkap jika tidak sambil makan camilan. Salah satu yang paling populer adalah popcorn.

Setiap bioskop menyediakan outlet yang menjual aneka camilan seperti popcorn, soda, hotdog, nachos, dan masih banyak lagi.

Namun sebenarnya, bioskop pada masa awal tak serta merta langsung menyediakan outlet penjualan camilan tersebut.

Baca juga: Sejarah Pizza, Digunakan Warga Miskin yang Tak Punya Piring

Lantas, bagaimana sejarahnya popcorn dan aneka camilan lain bisa jadi bagian tak terpisahkan dari bioskop?

Awal abad ke-20

Seperti dilansir Bon Appetit, ada beberapa bioskop kecil yang disebut Nickelodeon di Amerika Serikat (AS).  Bioskop jenis ini mulai bermunculan di kota-kota kecil di AS pada awal 1900-an.

Pengunjung bisa menonton film-film bisu dengan harga lima sen dollar AS saja.

Baca juga: Fakta Unik Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana, Kini jadi Hidangan Mewah

Biasanya pengunjung akan ditemani dengan permainan piano atau organ. Namun belum ada makanan yang tersedia.

Alhasil, para pengunjung membeli makanan dan minuman dari restoran terdekat. Mereka masih bisa membawa makanan dan minuman tersebut langsung ke dalam area Nickelodeon.

Saat itu, Nickelodeon bahkan mengizinkan para pedagang makanan dan minuman untuk masuk ke dalam area nonton. Mereka berkeliling menjual camilan manis dan gurih seperti popcorn dan aneka kacang.

Kemudian sekitar tahun 1920-an sampai 1930-an, bioskop kecil ini tergantikan dengan munculnya bioskop yang lebih mewah. Penampakannya mirip dengan istana-istana ala Eropa.

Gedung bioskop mewah dengan lorong-lorong dari marmer, lampu gantung kristal, ruang biliar, bahkan ruang penitipan anak.

Bioskop jenis ini tidak mengizinkan para penonton makan di dalam bioskop karena dianggap berantakan dan mengganggu.

Baca juga: Fakta Tentang Kue Ulang Tahun, Dari Mana Tradisi Ini Berasal?

Namun para pengunjung saat itu mengabaikan aturan tersebut dan tetap menyelundupkan aneka camilan. 

Beberapa merek camilan klasik Amerika Serikat yang sering diabwa ke Bioskop adalah cokelat Baby Ruth, Goobers, Milk Duds, Raisinets, Bob White, Twizzlers, dan Classic Raspberry Vines.

Masa Depresi Besar

Memasuki masa Depresi Besar (The Great Depression) pada 1929 banyak masyarakat Amerika Serikat saat itu mengalami kesulitan ekonomi.

Para pemilik bioskop pun memerlukan pemasukan yang lebih besar untuk tetap bertahan.

Artinya, mereka tak bisa lagi mengabaikan kegiatan penyelundupan makanan dan minuman oleh para pengunjung.

Maka dari itu mereka mulai memasang dispenser permen untuk para pengunjung. Mereka juga mulai menjual tempat untuk para vendor yang dahulu biasa berkeliling area bioskop.

Perlahan tapi pasti, bioskop-bioskop pun mulai memasukkan outlet camilan dalam desain bangunan mereka.

Saat itu popcorn mulai naik daun. Ia menggantikan popularitas permen semenjak mesin pembuat popcorn pertama diciptakan oleh orang Chicago bernama Charles Cretors pada  1885.

Baca juga: Sejarah Jam Weker, Dari Alarm Alam hingga Penemuan Jam Mekanis

Popcorn gampang disimpan dan murah dibuat. Para penonton film di bioskop pun biasa memakan popcorn seukuran ember setiap kali pergi menonton.

Sesuatu yang hingga kini masih terus kita lakukan.

Pasca-Perang Dunia II

Setelah Perang Dunia II berakhir, kegemaran para penonton mulai meluas. Awalnya mereka menyukai Junior Mints, sejenis permen bulat berisi mint yang dibalut cokelat pekat.

Ada pula permen Dots yang lengket dan juga munculnya M&Ms yang populer saat jadi bagian jatah makanan untuk para tentara di masa perang.

Kemudian pada 1970-an, Sour Patch Kids muncul. Kemunculannya saat itu jadi populer akibat banyaknya laporan penampakan UFO dan akhirnya dikenal sebagai Mars Men atau orang-orang dari Mars.

Baca juga: Awal Mula Hari Minggu Jadi Hari Libur, Termasuk di Indonesia

Lalu muncul juga Reese’s Pieces, sejenis permen dengan isian selai kacang yang berbentuk seperti bola gepeng.

Menyusul lagi permen cokelat warna warni Skittles yang mulai populer pada 1979 setelah diimpor dari Eropa.

Camilan di bioskop masa kini

Pada masa ini, bioskop di AStelah memperluas jangkaua camilan mereka. Tak lagi hanya ada popcorn, permen, atau pun soda saja. Kamu juga bisa menemukan hot dog, nachos, bahkan es krim.

Sementara bioskop-bioskop indie biasa menjual permen yang dibuat sendiri, kopi spesialisasi, atau bahkan bir dan wine.

Beberapa juga menawarkan pengalaman menonton sekaligus makan yang menarik.

Misalnya, Bioskop Nitehawk di Brooklyn yang menawarkan shrimp and grits bertemakan Django Unchaines.

Sementara di iPic Theater di Scottsdale, Arizona para pengunjung bisa memilih tempat duduk Gold Class. Termasuk di dalamnya kursi yang bisa direbahkan, bantal dan selimut, popcorn gratis, dan memesan anggur spesial mereka.

Ada juga The Alamo Drafthouse di Austin, Texas. Mereka mengantarkan pesanan makanan dan minuman langsung ke kursi penonton.

Makanannya pun unik, seperti mac and cheese dengan cabai hijau, hingga sembilan hidangan sarapan hingga makan malam untuk menemani maraton Lord of the Rings.

Tak hanya bioskop indie, bioskop yang punya cabang di banyak tempat seperti Fork & Screen berusaha untuk mengubah bioskop sekaligus jadi restoran keluarga yang santai. Di sana terdapat burger, quesadillas, dan pizza.

Sementra Regal Entertainment, yang terbesar di Amerika Serikat telah membuka lokasi-lokasi dengan merek Cinebarre.

Para penonton bisa menikmati aneka sajian seperti Mystic Pizzas hingga When Harry Met Salad.

Saat ini saja, bioskop yang menawarkan pengalaman makan langsung di tempat semakin banyak bermunculan.

Bukan hal yang mengherankan karena profit margin untuk penjualan makanan dan minuman hampir mencapai dua kali lipatnya dari hasil penjualan tiket menonton.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved