Kompor Gas Susah Menyala? Ada 5 Cara Mengatasinya

Apa pun jenis dan mereknya, kompor gas yang digunakan secara terus-menerus bisa mengalami permasalahan atau kerusakan suatu saat nanti.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Apa pun jenis dan mereknya, kompor gas yang digunakan secara terus-menerus bisa mengalami permasalahan atau kerusakan suatu saat nanti. 

Kompor Gas Susah Menyala? Ada 5 Cara Mengatasinya

TRIBUNKALTIM.CO - Apa pun jenis dan mereknya, kompor gas yang digunakan secara terus-menerus bisa mengalami permasalahan atau kerusakan suatu saat nanti.

Susah menyala atau dinyalakan adalah salah satu contoh permasalahan yang bisa terjadi pada kompor gas. Hal ini umumnya disebabkan sumbatan regulator

Kompor gas yang susah menyala tentu bisa menimbulkan rasa khawatir sekaligus kesal bagi pemiliknya, terlebih terjadi saat hendak memasak.

Jika kompor gas susah menyala, bahkan tidak menyala, berikut ini berbagai cara mengatasinya dilansir dari beberapa sumber.

Baca juga: 4 Tanda Kebocoran Tabung Gas Elpiji yang Wajib Diwaspadai

Lepas regulator tabung gas

Regulator adalah sebuah komponen yang posisinya berada di antara selang dan tabung gas. Fungsi utama regulator untuk mengatur kinerja gas serta mengunci gas di dalam tabung agar tidak terjadi kebocoran.

Jika api di kompor gas susah atau tidak bisa menyala, besar kemungkinan gas di tabung gas tidak tersalurkan dengan baik menuju pemantik. 

Jika hal ini menjadi pemicu kompor gas susah dinyalakan, pasang regulator pada mulut tabung gas secara benar dan pastikan tidak ada bunyi mendesis yang mengindikasikan kebocoran gas.

Baca juga: 4 Tanda Kebocoran Tabung Gas Elpiji yang Wajib Diwaspadai

Selain itu, kompor gas yang susah dinyalakan bisa karena pengaman regulator yang justru menghalangi aliran gas. 

Untuk hal ini, lepas regulator dan ketuk bagian atasnya atau mengoyang-goyangkannya agar sistem pengaman di dalamnya kembali berjalan semestinya. 

Perbaiki pemantik kompor

Kompor gas susah hingga tidak mau menyala bisa disebabkan adanya kerusakan pada bagian pemantik kompor sehingga pemantik tidak mampu mengeluarkan api. 

Pemantik kompor yang rusak bisa karena lepasnya kabel pemantik atau adanya kotoran yang menyumbat ujung pemantik sehingga tidak berfungsi menyalakan api.

Untuk mengatasinya, kamu perlu meletakkan kembali kabel pemantik pada tempatnya dan membersihkan ujung pemantik dari kotoran. Jika kerusakan pemantik terjadi akibat aus, kamu perlu menggantinya dengan yang baru. 

Atur tungku kompor, burning, dan dudukannya

Kompor gas yang susah menyala bisa dikarenakan gangguan aliran gas menuju kompor pada bagian tungku atau burner.

Apabila burner terlihat kotor, segera angkat dan bersihkan kerak pada bagian lubang burner menggunakan sikat, kawat kecil, atau jarum. 

Posisi burner yang tidak pas juga mempengaruhi aliran gas dan membuat kompor gas susah menyala. Sebaiknya, pasang burner sesuai dengan posisinya dan jangan sampai ada celah antara burner dan mangkuk burner.

Perbaiki knop kompor gas

Knop kompor gas bermasalah bisa menyebabkan kompor gas menjadi susah menyala dan tidak menyala. Pada knop kompor gas, terdapat spuyer yang berfungsi mengatur besar kecilnya aliran gas. 

Jika spuyer kotor, aliran gas menjadi tidak lancar dan bisa menyebabkan api kompor tidak menyala atau menyala sesaat, lalu mati lagi.

Untuk mengatasi hal ini, bukalah bagian knop menggunakan tang atau kunci yang sesuai, lalu bersihkan bagian spuyer dan pemutarnya sampai bersih. Setelah itu, pasang kembali knop dan cobalah menyalakan kompor gas. 

Bersihkan semua komponen kompor

Kerak yang menempel pada masing-masing komponen kompor gas bisa mempengaruhi kinerja kompor gas dan membuatnya susah menyala.

Buka cover atau penutup kompor gas, lalu bersihkan semua komponen yang ada di dalamnya. Bersihkannya menggunakan air panas, larutan baking soda, cuka apel, jeruk nipis, hingga minyak tanah. Pilih yang menurutmu mudah. 

Celupkan kain ke dalam bahan-bahan pembersih di atas, kemudian oleskan pada bagian kompor yang berkerak dan bersihkan secara perlahan.


Penulis : Abdul Haris Maulana
Editor : Geafry Necolsen


Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved