7 Rute Penerbangan Paling Berbahaya di Dunia, Indonesia Salah Satunya

Meski kecanggihan teknologi penerbangan sudah sangat menjamin keamanan penumpang pesawat, tapi pada dasarnya tidak ada perjalanan yang 100 persen aman

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Meski kecanggihan teknologi penerbangan sudah sangat menjamin keamanan penumpang pesawat, tapi pada dasarnya tidak ada perjalanan yang 100 persen aman. 

Sebelum tahun 2016, Federation Aviation Administration (FAA) bahkan telah menempatkan Indonesia dalam daftar negara kategori dua yang gagal memenuhi peraturan internasional untuk keselamatan udara.

3. Penerbangan ke Nepal

 

Bahkan, rute penerbangan keluar-masuk negara ini bisa dikatakan sebagai salah satu yang paling berbahaya di dunia. Mengapa demikian?

Jawabannya adalah karena negara ini memiliki medan berbahaya berupa gunung-gunung yang terjal. Udara kencang bergerak melalui pegunungan dan memantul ke atas dengan keras, sehingga berpotensi menimbulkan turbulensi dan mengganggu penerbangan.

Terlebih lagi penerbangan ke Bandara Lukla yang dekat dengan Gunung Everest. Lukla bahkan dijuluki sebagai bandara paling berbahaya di dunia.

Pasalnya, bandara yang berada di Distrik Solukhumbu itu memiliki landasan pacu yang pendek, yakni 1.729 kaki atau sekitar 527 meter saja. Sempitnya landasan pacu dan waktu terbatas akan menyulitkan pilot ketika take off dan landing secara aman.

4. Rute ke sejumlah negara Amerika Latin

Kawasan Amerika Latin memiliki rekor keamanan penerbangan sebanyak 3,36 poin selama kurun waktu lima tahun.

Rendahnya tingkat keamanan penerbangan di kawasan ini disebabkan oleh jadul-nya teknologi yang digunakan maskapai penerbangan di berbagai negara Amerika Latin. Hal ini bisa membuat penerbangan keluar-masuk wilayah menjadi berbahaya.

Selain itu, sejumlah negara Amerika Latin terletak di sepanjang garis khatulistiwa. Artinya, badai tropis dan cuaca buruk yang datang secara mendadak dapat membahayakan penerbangan.

5. Penerbangan keluar-masuk Suriah

Penerbangan keluar-masuk Suriah bisa dikatakan berbahaya karena kondisi politik negara yang tidak stabil.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved