Konsumsi Telur Setengah Matang dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Anak

telur setengah matang itu masih mengandung bakteri yang bisa membuat si kecil sakit.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Berbagai jenis olahan telur 

Konsumsi Telur Setengah Matang dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Anak

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Bagi sebagian orang, makan telur setengah matang memberikan sensasi kelezatan yang berbeda.

Teksturnya yang sedikit cair memberikan kenikmatan tersendiri bagi orang yang menyukainya. Lantas, dibalik rasanya yang menggugah selera, apakah anak juga boleh makan telur setengah matang?

Pasalnya, ada yang bilang jika telur setengah matang itu masih mengandung bakteri yang bisa membuat si kecil sakit. Nah, sebelum memberikannya pada anak, yuk, baca dulu ulasan berikut ini.

Baca juga: Selama Pandemi, Hindari Makanan Setengah Matang, Ini Alasannya

Baca juga: Cairan Merah pada Daging Setengah Matang Ternyata Bukan Darah, Ini Penjelasannya

Telur setengah matang untuk anak, apakah aman?

Selain itu, telur juga mengandung protein, vitamin, mineral, dan bahkan asam lemak omega-3 yang tidak ditemukan pada makanan lainnya.

Meski nutrisinya sangat beragam, Anda juga harus memperhatikan cara pengolahannya. Tanpa disadari, cara Anda menyajikan makanan untuk anak juga bisa memengaruhi nutrisi yang diserap oleh tubuhnya, lho.

Meskipun telur setengah matang terasa lezat, tapi beberapa orang lainnya menganggap makanan ini tidak sehat dan rentan menyebarkan penyakit.

Anda pun jadi bertanya-tanya, apakah ini artinya anak tidak boleh makan telur setengah matang. Sayangnya, anak balita tidak dianjurkan untuk makan telur setengah matang. Menurut Dr.

Madelyn Fernstrom, PhD yang merupakan pakar di bidang gizi dan kesehatan, anak usia di bawah 5 tahun hanya boleh makan telur matang.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved