Tips Aman Meninggalkan Anak Bersama Pengasuh di Rumah

Perlakuan baik dari majikan tentu dapat memengaruhi cara pikir pengasuh dalam menjalankan pekerjaannya.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Perlakuan baik dari majikan tentu dapat memengaruhi cara pikir pengasuh dalam menjalankan pekerjaannya. 

Tips Aman Meninggalkan Anak Bersama Pengasuh di Rumah

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Seringkali kita ingin berlibur berduaan dengan suami atau istri, namun keinginan ini terkadang sulit tercapai, lantaran ada buah hati yang harus dijaga.

Solusinya, mempekerjakan pengasuh anak. Namun perilaku seorang pengasuh anak di Serpong, Tangerang, yang mencampurkan obat alergi pada susu asuhannya agar si anak cepat tertidur dengan pulas, beredar di media sosial.

Kado Terbaik untuk Anak, Bukan Mainan, Tapi Liburan!

Cara Mengurus Paspor Buat Anak

Tips Memilih Hotel untuk Staycation bersama Anak di Akhir Pekan

Peristiwa ini tentu membuat orangtua yang menitipkan anaknya kepada pengasuh di rumah menjadi khawatir. Untuk menghindari kejadian seperti ini terjadi, Anda bisa mencoba sejumlah tips berikut untuk memastikan anak aman di rumah bersama asisten rumah tangga:

1. Berlaku baik terhadap pengasuh

Hal pertama yang dapat dilakukan oleh orangtua sebagai majikan adalah berlaku ramah dan baik kepada pengasuh yang dipekerjakannya.

Meski Anda membayar mereka atas pekerjaan itu, perlakuan baik dari majikan tentu dapat memengaruhi cara pikir pengasuh dalam menjalankan pekerjaannya.

Akhirnya, si pengasuh akan menjaga anak Anda dengan sebaik mungkin karena tidak ingin membuat majikannya kecewa.

Anda juga harus memberinya batasan tegas hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kesalahan apa yang masih dapat ditolerir, dan kesalahan seperti apa yang memiliki konsekuensi berat.

Ketentuan-ketentuan ini bisa juga dimuat dalam sebuah surat perjanjian kerja bermaterai agar lebih bersifat mengikat.

2. Beritahu daftar orang yang dapat dipercaya 

Informasikan kepada pengasuh, siapa saja orang yang bisa dia percaya dan sebaliknya. Pengasuh atau asisten rumah tangga harus mengetahui siapa saja anggota keluarga, teman, dan lain-lain.

Dengan demikian, dia akan tahu jika ada seseorang yang datang dan meminta sesuatu, apakah orang tersebut termasuk dalam daftar yang diizinkan atau tidak.

Hal ini akan menjadikan si pengasuh lebih mawas diri terhadap orang-orang yang belum terlalu dikenalnya.

Cara ini juga akan meminimalisasi terjadinya tindak penipuan yang dilakukan pihak luar, saat Anda tidak berada di rumah.

Pada perkenalan ini, baik juga diselipkan pesan kepada pengasuh, meskipun si anak tinggal dekat dengan banyak keluarganya, bukan berarti pengasuh bisa bekerja dengan santai dan tidak memberikan pengawasan dengan optimal.

3. Memasang kamera pengawas

Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) juga perlu dipasang di sejumlah titik rumah yang dianggap strategis untuk mengawasi pergerakan orang-orang di dalam dan di sekitar rumah.

Hal ini termasuk gerak-gerik pengasuh dalam menjaga anak Anda.

Adanya CCTV juga dapat menjadi kontrol bagi si pengasuh agar ia tidak melakukan hal-hal di luar yang seharusnya, saat tidak ada orang yang mengawasinya di rumah.

Akan tetapi, penting untuk disampaikan kepada si pengasuh bahwa adanya kamera pengawas ini bukan berarti Anda sekeluarga tidak menaruh kepercayaan kepadanya.

Anda bisa mengatakan bahwa CCTV tersebut ada untuk memastikan kondisi rumah tetap aman dan memantau perkembangan sang anak.

4. Ketahui data atau identitas penting pengasuh

Mengetahui identitas orang yang bekerja merupakan hal yang sangat penting sebelum mengizinkan seorang pengasuh atau asisten rumah tangga masuk ke rumah Anda.

Apalagi, jika ia bertugas mengasuh anak Anda selama Anda pergi beraktivitas atau bekerja. Data-data ini bisa berupa biodata diri mencakup kartu tanda pengenal, asal daerah, keluarga dan temannya, tempat tinggal.

Lebih baik lagi jika Anda sebagai majikan mengetahui karakter dari orang yang Anda pekerjakan di rumah. Hal ini membuat Anda tahu, seberapa besar kepercayaan yang bisa diberikan kepadanya.

5. Uji coba bekerja untuk beberapa hari

Untuk mengetahui kepribadian dan kesungguhannya dalam menjalankan tugas, Anda perlu untuk mengujinya beberapa hari kerja di bawah pengawasan.

Hal ini akan menunjukkan seberapa telaten pengasuh Anda dalam menangani buah hati Anda. Hal ini penting karena sebelum meninggalkannya sendiri bersama anak, Anda harus mengetahui seperti apa watak dan etos kerjanya.

Keaslian sifat ini bisa jadi tidak terlihat pada saat wawancara atau saat-saat awal dia mengasuh anak Anda.

6. Amati perubahan perilaku anak

Sebagai orangtua, Anda pasti mengetahui apa saja perangai dan sifat yang dimiliki oleh sang buah hati.

Nah, jika terjadi perubahan drastis dari sifat-sifat itu setelah sang anak ada di bawah pengasuhan orang lain, maka sebagai orangtua Anda harus mencermatinya.

Meskipun, tidak dapat dipastikan apakah perubahan itu sepenuhnya terjadi akibat keberadaan si pengasuh.

Jika perubahan ini mengarah ke sikap-sikap yang negatif misalnya anak menjadi berbuat dan berucap kasar, atau memiliki pola pemikiran yang radikal, maka Anda harus turun tangan.

Artinya, Anda harus mengamati secara langsung apa yang sebenarnya terjadi dengannya, sehingga bisa mengambil keputusan dan jalan keluar terbaik.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved