Benarkah Kita Harus Mengunyah Makanan Sampai 32 Kali? Ini Faktanya

Kemunculan teori mengunyah 32 kali banyak orang mempertanyakan, kenapa mengunyah harus 32 kali? Tidak 25 kali? Atau 33 kali?

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Kemunculan teori mengunyah 32 kali banyak orang mempertanyakan, kenapa mengunyah harus 32 kali? Tidak 25 kali? Atau 33 kali? 

Ia mengatakan prinsipnya semakin banyak jumlah kunyahan, semakin sedikit beban kerja mekanis usus.

"Mengunyah makanan lima atau 25 kali setiap suapan tidak banyak memengaruhi makronutrien dan zat gizi mikro asupan," jelasnya melansir laman resmi University of Utah Health.

Menurut catatan McIntosh, usus mampu menyerap 95-99 persen karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

"Cukup kunyah makanan kita dengan benar. Menghitung berapa kali jumlah kunyahan makanan itu sedikit obsesif," kata dia.

Jangan buru-buru menelan makanan Menurut McIntosh, proses mengunyah makanan yang tepat tidak tergantung berapa kali Anda mengunyah.

Hal yang paling penting adalah mengatur durasi atau waktu makan.

Pasalnya, hormon tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memberikan kode pada otak bahwa kita sudah kenyang.

Jika Anda menghabiskan makanan dalam waktu lima menit, otak otomatis masih ingin terus mengunyah karena belum merasa kenyang.

Akan tetapi, jika Anda meluangan waktu 30 menit untuk satu sesi makan, praktis otak memberikan sinyal makanan sudah cukup.

Sebuah studi menunjukkan, semakin cepat Anda makan, semakin banyak makanan yang dikonsumsi.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved