Mungkinkah Menerima Tamu Saat Lebaran?

Shalat Idul Fitri disarankan di rumah, demikian pula silaturahim Lebaran yang dianjurkan dilakukan secara virtual.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Aturan larangan berkerumun membuat momen kunjungan lebaran mungkin tidak bisa dilakukan seperti biasanya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun ini akan dirayakan secara berbeda oleh umat Muslim di Indonesia dan dunia.

Situasi pandemi virus corona membuat pergerakan masyarakat dibatasi.

Shalat Idul Fitri disarankan di rumah, demikian pula silaturahim Lebaran yang dianjurkan dilakukan secara virtual.

Ada kekhawatiran, jika Lebaran berjalan seperti tradisi selama ini, saling berkunjung dan berkumpul keluarga besar, akan berpotensi penyebaran virus corona.

Baca juga: Tips Menjadi Tetangga yang Baik di Sekitar Tempat Tinggal

Dengan kondisi kuatnya tradisi masyarakat Indonesia, mungkinkah Lebaran kali ini meminimalkan atau bahkan tak menerima tamu di rumah?

Baca juga: Cara Halus Mengusir Tamu yang Tak Diinginkan di Rumah

Sulit menolak tamu

Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si, mengatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa menolak kunjungan tamu ke rumah, baik itu saudara atau tetangga akan sulit dilakukan,.

Apalagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, memiliki rasa pakewuh atau sungkan yang tinggi.

Dalam situasi Lebaran di tengah pandemi virus corona saat ini, Drajat berpandangan, peran pemerintah sangat dibutuhkan.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Hari Raya Idul Fitri, Cocok Dibagikan saat Lebaran

Menurut dia, pemerintah bisa menggandeng ulama, tokoh masyarakat serta aparatur RT dan RW untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan.

"Prinsipnya bukan pada bersalaman atau berpelukan, tetapi yang utama adalah rasa penghormatan dan saling memaafkan," kata Drajat.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved