Ada Mafia Karantina, Epidemiolog Khawatir Indonesia Alami Lonjakan Covid-19 seperti India

Keberadaan mafia karantina di bandara bisa berdampak besar bagi penularan Covid-19 di Indonesia.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Jakarta
Suasana di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Keberadaan mafia karantina di bandara bisa berdampak besar bagi penularan Covid-19 di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menegaskan, keberadaan mafia karantina di bandara bisa berdampak besar bagi penularan Covid-19 di Indonesia.

Ia menilai, kasus Covid-19 di tanah air bisa jadi akan kembali meningkat dengan kedatangan warga asal India yang lolos dari karantina.

Baca juga: Orang-orang Kaya Rela Bayar Miliaran untuk Terbang Tinggalkan India, yang Diterjang Covid-19 

Baca juga: Tsunami Covid-19 India Sebabkan 3.645 Kematian Sehari

Bahkan, ia menilai bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami tsunami Covid-19 layaknya di India.

Baca juga: Mafia di Bandara Soekarno-Hatta, Loloskan Penumpang dari Luar Negeri Tanpa Karantina

"Kalau itu lolos, dia menyebarkan virus varian baru, risikonya amat besar bagi Indonesia. Yang terjadi di India bisa terjadi di Indonesia," kata Tri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

Tri menjelaskan, penularan Covid-19 di India bisa terjadi dengan cepat karena mutasi virus corona varian B.1617 yang bermuatan mutasi ganda.

Oleh karena itu, jika varian virus tersebut sampai tersebar di Indonesia, penyebarannya juga akan berlangsung dengan cepat.

Apalagi, sama seperti India, Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang besar dan masih banyak warga tidak tertib protokol kesehatan.

"Yang membantu (meloloskan) itu harusnya tau risikonya buat Indonesia," kata Tri.

Oleh karena itu, Tri berharap polisi bisa menindak tegas para petugas yang meloloskan para mafia karantina ini sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: Fakta tentang Mafia Karantina di Bandara Soekarno-Hatta

Selain itu, warga asal India yang sudah lolos dari karantina juga harus segera dicari dan ditemukan.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved