15 Makanan yang Sebaiknya Dihindari, Agar Imunitas Terjaga Selama Pandemi

Saat pandemi, penting untuk menjaga imun atau kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Susu merupakan minuman yang menyehatkan. Kandungan nutrisinya dapat mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan tulang. 

"Minuman seperti soda, jus, teh manis, atau minuman berenergi telah dikaitkan dengan dampak negatif pada kesehatan kardiometabolik, risiko diabetes, berat badan, dan obesitas menurut penelitian terbaru, bahkan risiko kanker," katanya.

Baca juga: Kaya Vitamin, Buah Mangga Bisa Dijadikan Makanan Pendamping ASI

5. Pisang mentah

Bahkan gula alami dalam buah-buahan dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan dan kesehatan usus Anda. Apalagi pada buah-buahan yang masih mentah.

Ahli Kesehatan & CEO di Eu Natural Vinay Amin menjelaskan pisang serta buah dan sayuran mentah lainnya, dapat mengandung protein dalam jumlah tinggi yang disebut lektin.

"Studi menunjukkan bahwa lektin dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menghambat produksi flora usus," kata Amin.

Lalu, lanjutnya, ini melemahkan penghalang usus Anda, dinding usus yang melindungi tubuh dari racun dan bakteri berbahaya.

Baca juga: Tahukah Kamu? Mengonsumsi Pisang Ternyata Bisa Mencegah Depresi

6. Soda

Meskipun semua bentuk gula dapat menimbulkan masalah pada sistem kekebalan, soda mungkin penyebab terburuknya.

Selain sarat dengan gula, soda juga diisi dengan pewarna buatan yang menurut seorang ahli diet untuk Sovereign Laboratories Alicia Galvin, RD, dapat berdampak negatif pada lapisan pencernaan.

Hammond menambahkan bahwa minuman berkarbonasi sering kali mengandung fosfor.

Fosfor dapat menyebabkan penipisan kalsium dari sel melalui ginjal. Karena kalsium memainkan peran penting dalam aktivasi sel dalam sistem kekebalan, kalsium yang rendah berarti kekebalannya rendah.

7. Tahu

Meskipun banyak yang menganggap tahu sebagai makanan yang sehat, ini bisa menjadi masalah karena sejumlah alasan, termasuk konsentrasi asam lemak omega-6 yang tinggi.

Lemak ini telah dikaitkan dengan peningkatan respons peradangan dalam tubuh, terutama bila tidak seimbang dengan asam lemak omega-3 yang ditemukan pada ikan dan beberapa kacang-kacangan serta biji-bijian.

"Anda sama sekali tidak perlu menghilangkan tahu, tetapi Anda harus berpikir dua kali sebelum menjadikannya makanan pokok setiap kali makan," kata Amin.

Axe menambahkan kedelai juga merupakan alergen yang umum. Meskipun mungkin tidak menjadi masalah bagi semua orang, hal itu dapat membebani orang yang rentan terhadap masalah usus dan autoimun.

"Ketika seseorang makan alergen, sistem kekebalannya mungkin bereaksi berlebihan dengan memproduksi antibodi yang dimaksudkan untuk 'menyerang' alergen tersebut," katanya.

Namun antibodi ini dapat merusak organ orang itu sendiri, menyebabkan berbagai gejala.

Baca juga: Harganya Murah, Tahu Punya Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

8. Keripik kentang

Keripik kentang juga merupakan mimpi buruk sistem kekebalan. Tidak hanya karena digoreng dengan minyak sayur, tetapi juga tinggi garam.

Menurut penelitian terbaru dari University of Bonn makanan yang tinggi garam dapat menyebabkan penurunan kekebalan.

Baca juga: Kombinasi Nasi dan Kentang, Sama Buruknya dengan Makan Mie dengan Nasi

9. Makanan cepat saji

Studi yang dilakukan oleh Universitas Bonn pada tikus lalu pada beberapa relawan manusia meneliti hal ini.

Para sukarelawan mengonsumsi enak gram garam tambahan per hari (kandungan garam dari dua makanan cepat saji) dan menunjukkan penurunan kekebalan yang nyata.

Baca juga: 4 Alasan Aneh Pelanggan Gugat Restoran Cepat Saji, Ember Ayam KFC yang Tak Penuh

10. Bir

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved