Bahaya Makanan & Minuman Panas yang Dikemas dalam Kantong Plastik

Saat berburu makanan berbuka puasa, tidak jarang kita menemukan makanan yang dikemas dalam kantong plastik.

istimewa
Kebiasaan mengemas makanan panas dengan bungkus kantong plastik dalam penelitian terbaru di Taiwan ternyata dapat meningkatkan risiko kanker. 

Bahaya Makanan & Minuman Panas yang Dikemas dalam Kantong Plastik

Saat berburu makanan berbuka puasa, tidak jarang kita menemukan makanan yang dikemas dalam kantong plastik.

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Saat traveling, atau saat berburu makanan berbuka puasa, tidak jarang kita menemukan penjual mengemas makan atau minuman yang masih panas itu dalam kemasan plastik.

Kebiasaan mengemas makanan panas dengan bungkus kantong plastik dalam penelitian terbaru di Taiwan ternyata dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Baca juga: Minum Pakai Gelas Kertas, Ini Bahaya yang Mengintaimu

5 Makanan untuk Mengurangi Efek Jet Lag

5 Fakta Kimchi, Makanan Korea yang Populer di Indonesia, Salah Satunya Bikin Awet Muda

Menurut Oriental Daily, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan di Taiwan mengatakan bahwa pada tahun 2014, kanker payudara adalah penyakit yang memiliki jumlah pasien tertinggi di sana.

Bahkan, ada lebih dari 10.000 pasien kanker payudara setiap tahunnya.

Disampaikan oleh direktur pusat kanker payudara di Rumah Sakit Memorial Sakit Shin Kong Wu Ho Su, Zheng, orang Taiwan umumnya menderita kanker payudara setelah menopause atau sebelum usia 40 tahun, seperti dikutip dari World of Buzz.

Baca juga: Wadah Jenis Apa yang Boleh Dimasukkan ke Microwave?

Check-in di Hotel Syariah, Bawa Buku Nikah

Tiga Dokumen Penting yang Wajib Kamu Bawa Saat Chek In di Hotel

Zheng juga menyatakan bahwa salah satu yang mungkin menjadi penyebab utama penderita kanker payudara sebelum usia 40 tahun,

adalah kebiasaan membeli makanan panas untuk di bawa dalam kantong plastis atau wadah tipis yang menjadi kebiasaan orang Taiwan, termasuk juga oleh orang Indonesia.

Bagaimana makanan panas di kantong plastik menyebabkan kanker payudara?

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved