5 Kebiasaan Buruk di Bulan Puasa, Penderita Gerd Wajib Hindari

Bagi orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, perubahan pola makan rasanya tak terhindarkan.

Shutterstock
Ilustrasi: makan malam. Bagi orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, perubahan pola makan rasanya tak terhindarkan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bagi orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, perubahan pola makan rasanya tak terhindarkan.

Hal ini juga dialami oleh para penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (Gerd).

Padahal, penderita Gerd, terutama jika kasusnya parah, harus menjaga pola makan dan gaya hidupnya dengan baik termasuk di bulan Ramadhan.

Agar asam lambung tak naik, dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK dari RS Pondok Indah, Pondok Indah membagikan sejumlah tips puasa tentang kebiasaan buruk di bulan puasa apa saja yang perlu dihindari penderita Gerd, antara lain:

1. Makan terlalu kenyang

Lambung memiliki cincin atau katup yang disebut sfingter. Sfingter harus dijaga tetap tertutup setelah makanan masuk ke dalam lambung agar makanan tidak kembali naik.

Namun, pada penderita Gerd, katup tersebut sering kali longgar dan tidak bisa tertutup dengan baik.

Untuk itu, dianjurkan untuk tidak makan terlalu kenyang.

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, mungkin rasanya sulit untuk tidak menyantap makanan dengan lahap.

Namun, penderita Gerd disarankan makan secara perlahan dan sedikit-sedikit sesuai kebutuhan sehingga lambung tidak terisi terlalu penuh.

"Termasuk cairan. Jadi tidak makan atau minum yang membuat lambung terlalu penuh," kata Tirta kepada Kompas.com, Kamis (!5/4/2021).

2. Makan terburu-buru

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved