Hindari Kol Goreng Saat Sahur dan Buka Puasa, Ini Alasannya

Kol terbukti memiliki manfaat sebagai penangkal radiasi, mencegah aknker. Tapi jika salah mengolah, justru akan memicu kanker.

Editor: Geafry Necolsen
youtube
Bahaya mengonsumsi kol goreng 

Hindari Kol Goreng Saat Sahur dan Buka Puasa, Ini Alasannya

Kol terbukti memiliki manfaat sebagai penangkal radiasi, mencegah aknker. Tapi jika salah mengolah, justru akan memicu kanker.

TRIBUNKALTIM.CO - Bagi sebagian pecinta kuliner, menikmati pecel ayam atau pecel lele tidak lengkap rasanya tanpa kehadiran kol goreng.

Apa lagi setelah menjalani ibadah puasa seharian. Bahkan ada juga yang menyatap kol goreng untuk sahur.

Namun di balik kelezatannya, Anda harus waspada terhadap bahaya kol goreng yang tidak main-main bagi kesehatan, salah satunya adalah menyebabkan kanker.

Kol dapat berwarna putih, hijau, merah, hingga ungu. Kol juga sebetulnya memiliki manfaat kesehatan yang mirip dengan kale atau brokoli, yakni sama-sama bagus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

Berdasarkan studi, kol terbukti memiliki manfaat sebagai penangkal radiasi, mencegah munculnya sel-sel kanker di dalam tubuh, serta menurunkan risiko penyakit jantung.

Namun, kol dapat berbalik membahayakan kesehatan Anda jika tidak diolah dengan tepat.

Bahaya kol goreng dan kanker
Salah satu cara pemasakan yang dinilai tidak sehat, apapun jenis bahan makanannya, ialah digoreng. Bahkan minyak goreng yang dipanaskan saja sudah mungkin mengandung zat-zat yang bersifat memicu kanker alias karsinogen.

Ketika sayuran (termasuk kol) digoreng, maka akan mengeluarkan karsinogen berupa acrylamide. Acrylamide terbentuk karena adanya reaksi antara kandungan gula dan asam amino pada tumbuhan yang disebut asparagine.

Konsumsi makanan yang mengandung acrylamide secara konstan dalam jangka waktu tertentu disebut-sebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Bahaya kol goreng yang satu ini berhubungan dengan sifat acrylamide yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh.

Kol goreng
Kol goreng (net)

Beberapa jenis kanker yang disebabkan oleh paparan acrylamide, yakni:

  • Kanker endometrium
  • Kanker ovarium
  • Kanker paru-paru
  • Kanker ginjal
  • Kanker tenggorokan.

Badan Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (FDA) membenarkan bahwa acrylamide memang dapat menyebabkan kanker.

Klaim ini pun sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium dengan menggunakan hewan sebagai subjek percobaan.

Namun, FDA menambahkan, penelitian tersebut dilakukan dengan menyuntikkan acrylamide dengan dosis tinggi pada hewan. Di sisi lain, kandungan acrylamide pada sayuran yang digoreng sebetulnya tidak terlalu signifikan.

Dengan kata lain, bahaya kol goreng yang digadang-gadang menyebabkan kanker mungkin tidak akan Anda rasakan bila Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsinya.

Penelitian lain menyebutkan, cara paling baik memakan kol adalah dalam kondisi mentah sebagai lalapan atau dimasak namun jangan dengan suhutinggi, karena jika kol digoreng dalam suhu tinggi, ia akan menghancurkan enzim myrosinase yang justru dibutuhkan untuk mencegah kanker.

Bahaya kol goreng selain kanker
Walaupun bahaya kol goreng yang menyebabkan kanker masih menjadi perdebatan, mengolah sayuran tersebut dengam cara digoreng dapat mengakibatkan berkurangnya nutrisi pada kol. Gizi pada kol yang mungkin hilang adalah vitamin E, vitamin A, dan beta karoten.

Vitamin B1, B2, B6, dan vitamin C pada kol juga bisa berkurang karena proses pemasakan dengan cara digoreng.

Namun, seberapa banyak kandungan yang hilang ini juga tergantung dari penggunaan minyak yang Anda gunakan, suhu panas minyak tersebut, hingga lamanya waktu memasak.

Berkurangnya kandungan nutrisi pada kol yang digoreng memang tidak secara langsung membahayakan kesehatan Anda.

Namun, Anda pun jadi tidak bisa memaksimalkan manfaat kol untuk tubuh, misalnya mengurangi sakit perut, mengatasi asam lambung (GERD), hingga menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Bagaimana cara menghindari bahaya kol goreng
Untuk mendapatkan manfaat sayur kol sekaligus menghindari bahaya kol goreng, Anda sebaiknya mengubah cara memasak kol. Sebisa mungkin, konsumsi kol dalam kondisi mentah atau dikukus setengah matang.

Bila Anda ingin menggoreng kol, gunakan minyak baru (bukan jelantah) dan terbuat dari minyak zaitun atau bunga matahari.

Jenis minyak ini disebut-sebut tidak membuat kol banyak membuang nutrisi berharganya selama proses pemasakan berlangsung.

Saat Anda makan kol goreng, imbangi juga dengan memakan kol mentah atau sayuran mentah lainnya yang telah dipastikan kebersihannya.

Bila Anda khawatir dengan kondisi kesehatan selepas mengonsumsi kol goreng, periksakan diri ke dokter.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved