Susah Tidur Saat Malam Hari? Hindari 4 Makanan dan Minuman Ini Saat Buka Puasa

Insomnia atau susah tidur di malam hari sering kali menjadi hal sangat menyebalkan sehingga kemungkinan besar akan melewatkan makan sahur.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Makanan bersifat asam dan pedas juga bisa menunda upaya tidur karena rentan bikin mulas. 

Susah Tidur Saat Malam Hari? Hindari 4 Makanan dan Minuman Ini Saat Buka Puasa

TRIBUNKALTIM.CO - Insomnia atau susah tidur di malam hari sering kali menjadi hal sangat menyebalkan.

Terlebih lagi saat bulan puasa. Tidur larut malam membuat Anda kemungkinan besar akan melewatkan makan sahur.

Baca juga: Sering Telat Bangun Sahur? Coba Aplikasi Ini

Baca juga: Pola Konsumsi Air yang Benar agar Tidak Dehidrasi Selama Puasa

Menurut ritme sirkadian atau siklus jam dalam hidup manusia, malam hari adalah waktu untuk beristirahat.

Bukan hanya menyebalkan, insomnia juga dapat mengganggu kesehatan. Terlebih jika gangguan ini berlangsung dalam jangka panjang.

Baca juga: Olahraga yang Tepat Saat Puasa Ramadhan dan Pandemi Corona

 Wajib Dihindari 6 Kesalahan Memasak, Agar Sekeluarga Tak Keracunan Makanan

Anggapan yang beredar di masyarakat, kafein merupakan biang utama susah tidur. Faktanya, tidak hanya kafein yang bikin orang insomsia.

Melansir berbagai sumber, berikut beberapa bahan makanan dan minuman yang bikin kita susah tidur.

1. Gula

Melansir Medical News Today , beberapa bahan makanan dan minuman berkadar gula tinggi berpotensi membuat orang susah tidur.

Pendapat tersebut mengacu riset yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition. Hasil riset menunjukkan orang yang susah tidur cenderung doyan makanan dan minuman tinggi gula; seperti soda, nasi putih, dan roti putih.

Menurut riset dari peneliti Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons di New York, gula darah meningkat dengan cepat saat tubuh mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Baca juga: Bolehkah Buka Puasa Bersama di Masa Pandemi?

Baca juga: Hindari Konsumsi Kol Goreng Saat Sahur dan Buka Puasa

Respons tubuh normal saat gula darah meningkat adalah melepaskan insulin. Tujuannya untuk mengontrol gula darah dalam tubuh.

Penurunan gula dalam darah dapat menyebabkan pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon tersebut dapat mengganggu tidur.

Namun tidak semua asupan tinggi gula mengganggu siklus tidur. Menurut riset tersebut, buah-buahan dan sayuran yang mengandung gula alami tidak berdampak pada insomnia.

Buah dan sayuran kaya akan serat. Sehingga, penyerapan gula dalam bahan alami seperti buah dan sayur lebih lambat.

Baca juga: Makanan Kemasan untuk Sahur dan Berbuka? Begini Caranya Agar Tetap Sehat

Baca juga: Minum Kopi atau Teh Saat Sahur dan Setelah Berbuka, Sehatkah?

Kadar gula dalam darah pun tidak gampang melonjak naik. Baca juga: Bisa Berakibat Buruk untuk Mental dan Fisik, Ini Cara Atasi Insomnia

2. Kafein

Kafein di sore hari adalah pantangan pengidap gangguan tidur atau insomnia. Beberapa orang beranggapan kafein cuma ditemui dalam kopi.

Padahal zat ini juga ada di minuman cokelat, teh, sampai soda. Kita perlu lebih cermat memeriksa komposisi asupan.

Menurut Mayo Clinic, kafein dalam secangkir kopi berkisar antara 95-200 mg. Untuk kopi instan, kandungan kafeinnya dalam porsi yang sama lebih sedikit ketimbang kopi noninstan, sekitar 27-173 mg.

Sedangkan kafein dalam secangkir teh atau setara 237 ml bervariasi antara 14-70 mg. Kandungan kafein dalam teh hijau lebih rendah ketimbang teh hitam.

Baca juga: Mengapa Pemerintah Melarang Mudik Tapi Tempat Wisata Buka?

Baca juga: Di Negara yang Matahari Tak Terbenam Selama 24 Jam, Bagaimana Waktu Sahur & Berbuka Puasanya?

Untuk teh dalam kemasan, kafeinnya mencapai 5-40 mg. Sementara segelas minuman cokelat (150 ml) kandungan kafeinnya setara 10-70 mg.

Tergantung jenis cokelat yang digunakan. Kandungan kafein tersebut nyaris sama dengan cokelat batangan (30 gram) dengan kadar kafein 20-60 mg.

Melansir WebMD, National Sleep Foundation di Amerika Serikat melaporkan, efek kafein bagi sebagian peminumnya baru dirasakan 10-12 jam kemudian.

3. Asam dan Pedas

Makanan bersifat asam dan pedas juga bisa menunda upaya tidur karena rentan bikin mulas. Terutama bagi pengidap sakit maag atau penyakir refluks gastroesofagus (GERD).

Orang yang sensitif dengan makanan asam dan pedas, perutnya jadi tidak nyaman ketika mengonsumsi makanan ini dekat dengan waktu tidur.

Dalam kondisi berbaring, mereka bisa merasakan mulas atau nyeri di bagian perut. Hal itu menghambat keinginan tidur atau bikin insomnia.

Baca juga: Cara Menghangatkan Ayam Goreng Tepung untuk Sahur atau Buka Puasa

4. Alkohol

Beberapa orang menggunakan alkohol untuk membuat pikiran rileks. Melansir WebMD, minuman keras tidak berimbas secara langsung pada insomnia.

Namun alkohol punya efek rebound, alias punya efek tunda karena membuat orang terbangun larut malam dan menyebabkan ganguan tidur.

Jika ingin mendapatkan tidur berkualitas dan terbebas dari susah tidur atau insomnia, salah satu saran terbaik adalah menghindari alkohol.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved