Makanan Kemasan untuk Sahur dan Berbuka? Begini Caranya Agar Tetap Sehat

Terlambat bangun sahur, kamu menggunakan makanan kemasan cepat saji sebagai solusi.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Belanja bahan makanan 

Nutrisi ini tidak kalah penting untuk Anda perhatikan dalam setiap makanan kemasan yang Anda makan. Dalam sehari, setidaknya Anda harus mendapatkan protein sebanyak 10-35% dari total kalori harian Anda.

Natrium. 

Kandungan ini selalu ada dalam setiap makanan kemasan. Natrium merupakan zat yang dibutuhkan tubuh. Namun, jika terlalu banyak dalam tubuh, natrium juga tidak baik karena dapat meningkatkan tekanan darah Anda.

Dalam sehari, Anda hanya boleh mendapatkan natrium (garam) sebanyak 2300 mg (sekitar 1 sendok teh).

4. Lihat bahan-bahan yang terkandung dalam produk
Selain nilai gizi, bahan-bahan yang terkandung dalam makanan kemasan juga wajib Anda perhatikan.

Daftar kandungan bahan dapat menggambarkan tentang makanan atau minuman kemasan yang Anda konsumsi.

Anda juga dapat melihat jenis pengawet dan pewarna yang terkandung dalam makanan kemasan.

Sehingga, jika Anda bermasalah dengan salah satu jenis pengawet atau pewarna, Anda bisa menghindarinya.

Anda juga bisa menilai kualitas produk tersebut dari bahan-bahan yang dikandungnya.

Nyatanya, banyak dari mereka yang jarang atau cenderung tidak memperhatikan kemasan label makanan atau minuman olahan yang mereka beli.
Nyatanya, banyak dari mereka yang jarang atau cenderung tidak memperhatikan kemasan label makanan atau minuman olahan yang mereka beli. (istimewa)

5. Baca klaim gizi pada label produk
Jangan tertipu dengan klaim gizi yang tertera pada kemasan produk makanan atau minuman. Beberapa klaim gizi yang Anda baca mungkin bisa salah Anda artikan, contohnya:

Klaim “bebas kolesterol” atau “kolesterol rendah” pada makanan yang berasal dari sumber nabati, seperti margarin dan minyak, tidak ada artinya.

Semua makanan dari sumber nabati mengandung kolesterol sangat sedikit (hampir tidak ada).

Namun, bisa jadi mengandung lemak tinggi sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Jika produk tersebut mengklaim 93% bebas lemak, mungkin produk tersebut memang benar mengandung lemak sebesar 7%.

Untuk memastikannya, sebaiknya baca lagi informasi nilai gizi yang ada di kemasan. Bandingkan juga dengan kebutuhan lemak Anda per hari.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved