Bolehkah Buka Puasa Bersama di Masa Pandemi?

Kemenag menerbitkan edaran terkait aktivitas di bulan Ramadhan. Termasuk kegiatan ibadah Ramadhan yang dilakukan pribadi maupun buka puasa bersama.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Kemenag menerbitkan edaran terkait aktivitas di bulan Ramadhan. Termasuk kegiatan ibadah Ramadhan yang dilakukan pribadi maupun buka puasa bersama. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bulan Ramadhan 2021 sebentar lagi akan tiba.

Namun bulan Ramadhan kali ini masih dilaksankaan di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Ada sejumlah pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) terkait aktivitas di bulan Ramadhan.

Baca juga: Ada Indomie Edisi Ramadhan? Ini Kata Indofood

Misalnya menyangkut shalat tarawih hingga buka puasa bersama. 

Melansir Tribunnews.com Kementerian Agama secara resmi mengeluarkan surat edaran terkait panduan ibadah umat Islam di bulan Ramadhan 2021.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan surat edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan ibadah sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Mengapa Pemerintah Melarang Mudik Tapi Tempat Wisata Buka?

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," jelas Menag Yaqur, dikutip dari laman Kemenag, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Cara Olahraga yang Tepat Saat Puasa Ramadhan dan Pandemi Corona

Selain itu, surat edaran ini juga melingkupi kegiatan ibadah yang diwajibkan dalam bulan Ramadhan, baik itu ibadah yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama atau berjamaah.

Adapun panduan ibadah ini sampai mencakup aturan buka bersama hingga Shalat Idul Fitri.

Berikut panduan lengkap yang tertuang dalam Surat Edaran No 03 tahun 202, soal panduan ibadah di bulan Ramadhan, dikutip Tribunnews dari laman Kemenag:

Baca juga: Tips Konsumsi Air yang Benar Selama Puasa dari RS Pertamina Balikpapan, Agar Tubuh Tidak Dehidrasi

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musaala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

6. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan;

7. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasll ketetapan fatwa ormas Islam lainnya;

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved