Tips Aman untuk Pengendara Motor yang Bepergian Saat Hujan

Jadi ketika awal hujan turun, lebih baik menepi dulu. Namun ketika berkendara saat hujan, lebih baik tetap waspada

Tribun Kaltim/NEVRIANTO
Jadi ketika awal hujan turun, lebih baik menepi dulu. Namun ketika berkendara saat hujan, lebih baik tetap waspada. 

Tips Aman untuk Pengendara Motor yang Bepergian Saat Hujan

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL – Ketika mengendarai sepeda motor saat hujan turun, lebih baik menepi.

Ada yang mengatakan, permukaan aspal akan lebih licin dibanding ketika sudah deras, benarkah demikian?

Menurut Setyo Suyarko, Trainer Yamaha Riding Academy On Road dan Off Road, membenarkan hal tersebut. Licinnya permukaan jalan disebabkan oleh debu yang terkena air.

Baca juga: 5 Barang yang Wajib Dibawa Traveling Ketika Musim Hujan

Baca juga: Musim Hujan Disertai Petir, Hindari Tanah Lapang dan Jangan Berteduh di Bawah Pohon

Pengendara sepeda motor nekad menerjang banjir
Pengendara sepeda motor nekad menerjang banjir (Pixabay)

Jika sudah deras, debu akan terbawa air sehingga jalanan tidak lebih licin. “Sebenarnya tergantung dari daerahnya, kalau enggak ada debu, tidak akan licin.

Namun kebanyakan wilayah di Indonesia jalannya pasti ada debu,” ucap Setyo kepada Kompas.com.

Baca juga: 8 Cara Aman Berkendara Saat Musim Hujan, Waspada Jalan Berlubang

Baca juga: Berapa Batas Aman Kendaraan untuk Menerjang Banjir?

Jadi ketika awal hujan turun, lebih baik menepi dulu. Namun ketika berkendara saat hujan, lebih baik tetap waspada karena permukaan yang basah, tidak seperti saat kering.

Setyo, memberikan saran ketika berkendara di jalan yang basah.

“Yang pertama, kurangi kecepatan. Hal ini dilakukan agar pengendara bisa lebih mudah mengoperasikan sepeda motor dan menganalisa bahaya di jalan,” ucap Setyo.

Cuaca Kota Samarinda Selasa(19/5/2020) diprediksi terjadi hujan lokal
Cuaca Kota Samarinda Selasa(19/5/2020) diprediksi terjadi hujan lokal (Tribun Kaltim)

Kedua, pengoperasian gas harus semakin halus, untuk menghindari gas mendadak dan ban belakang kehilangan traksi.

Selain gas, menekan tuas rem juga harus semakin halus. Menghindari ban terkunci ketika mengerem terlalu keras.

“Terakhir, saat berbelok, kecepatan harus lebih rendah dibanding di jalan kering dan hindari sepeda motor terlalu miring,” ujar Setyo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved