Apa yang Harus Dilakukan oleh Pengemudi Mobil Saat Hujan Deras?

Jika ban mobil membelok, saat melewati genangan air dan terjadi aquaplaning, mobil bisa kehilangan arah serta melaju tak terkendali.

Editor: Geafry Necolsen
Kompas
Mengemudikan mobil saat hujan 

Sementara jika ban mobil membelok, saat melewati genangan air dan terjadi aquaplaning, mobil bisa kehilangan arah serta melaju tak terkendali.

Ketiga, jangan lakukan pengereman dengan keras.

Saat kondisi hujan atau jalanan basah, usahakan mengerem dengan lembut, apalagi di jalan yang menikung.

Mengerem dengan keras saat mobil sedang bermanuver, apalagi ditambah dengan menurunkan gigi, akan membuat roda kehilangan daya cengkeramnya.

Marcell juga mengingatkan pengemudi untuk tidak berkendara secara agresif saat kondisi hujan.

Lagi-lagi kondisi ini dapat membuat traksi ban berkurang, misalnya dengan menyalip kendaraan lain dengan cepat, atau melibas genangan air dengan kecepatan tinggi.

“Lakukan manuver-manuver yang halus tanpa harus mengubah sudut kemudi terlalu banyak,” ucapnya.

Terakhir, jangan menyalakan lampu hazard saat hujan deras. Kondisi ini malah membuat pengendara lain bingung, dan berisiko menimbulkan kecelakaan di jalan.

“Kalau hujan dan agak mendung, bisa nyalakan lampu kecil. Tapi kalau sudah cukup deras, lebih baik nyalakan lampu utama ketimbang hazard,” ujar Marcell.

Menyalakan hazard selain membuat orang lain bingung, juga menyulitkan Anda saat ingin berpindah jalur. Sebab Anda harus mematikan hazard dulu, sebelum mengaktifkan sein.

Belum lagi lampu hazard yang menyala bisa membuat Anda dianggap sedang mengalami kondisi darurat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved