Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu, Berikut Fakta Unik Nasi Pecel

Terbuat dari berbagai jenis daun yang bisa dimakan direbus lalu dimakan dengan saus kacang yang berbumbu kencur, asem, garam dan cabai.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Ilustrasi. Nasi pecel khas Madiun 

TRIBUNTRAVEL.COM -Kamu pasti sudah tidak asing dengan pecel.

Kuliner tradisional berbahan dasar sayuran ini cukup mudah ditemukan khususnya di Pulau Jawa. 

Terbuat dari berbagai jenis daun yang bisa dimakan direbus lalu dimakan dengan saus kacang yang berbumbu kencur, asem, garam dan cabai.

Rasanya tak hanya segar, tapi juga pedas, wangi dan gurih.

Pecel memiliki keunggulan salah satunya adalah kaya serat dan anti oksiden serta sangat menyehatkan.

Baca juga: Ada Banyak Jenis Nasi Pecel di Indonesia, Kamu Suka yang Mana?

Baca juga: Bagaimana Cara Membedakan Pecel, Karedok, dan Gado-Gado?

Lalu bagaimana sejarah pecel?

Pecel Pincuk Hj Lulut Ponorogo dengan aneka lauk.
Pecel Pincuk Hj Lulut Ponorogo dengan aneka lauk. (Instagram/@pecel.buhjlulut)

Dalam buku Babad Tanah Jawi diceritakan Ki Gede Pamanahan beritirahat di Dusun Taji saat melakukan perjalanan ke Tanah Mataram.

Di Dusun Taji, Ki Ageng Karang Lo menyiapkan jamuan untuk Ki Gede Pamanahan yakni nasi pecel daging ayam, sayur menir.

Selasai makan, Ki Gede Pamahanan berkata, "Terimakasih Ki Sanak. Hidangannya enak sekali. Saya sungguh sangat berhutang budi pada Ki Sanak. Semoga kelak saya bisa membalasanya."

Saat ditanya hidangan apakah itu. Ki Ageng Karang Lo menjawab, "Puniko ron ingkang dipun pecel." Artinya adalah dedaunan yang direbus dan diperas airnya.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved