Cuci Handuk Seminggu Sekali, Jika Tidak, Ini yang akan Terjadi

Anda hanya menggunakan handuk setelah mandi di kamar mandi, jadi seharusnya tidak terlalu kotor, kan? Namun, tidak sesederhana itu.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Anda hanya menggunakan handuk setelah mandi di kamar mandi, jadi seharusnya tidak terlalu kotor, kan? Namun, tidak sesederhana itu. 

Cuci Handuk Seminggu Sekali, Jika Tidak, Ini yang akan Terjadi

TRIBUNKALTIM.CO - Handuk mandi adalah benda di rumah yang digunakan setiap hari. Tentu saja karena kontak erat langsung dengan tubuh dan air, handuk bisa menampung beragam bakteri dan kuman.

Oleh karena itu, handuk harus dicuci secara rutin, maksimal seminggu sekali. Nah, apa yang terjadi apabila handuk tidak dicuci seminggu sekali?

Dilansir dari Reader's Digest, Minggu (28/3/2021), berikut penjelasannya.

Baca juga: Tambahkan 6 Bahan Ini Saat Mencuci Pakaian, Dijamin Jadi Lebih Bersih

Bakteri berkembang biak di handuk

Anda hanya menggunakan handuk setelah mandi di kamar mandi, jadi seharusnya tidak terlalu kotor, kan? Namun, tidak sesederhana itu.

"Ketika Anda mengatakan Anda membasuh bakteri, Anda sebagian benar, Anda membasuh beberapa bakteri," kata Philip Tierno, profesor klinis patologi dan mikrobiologi di NYU School of Medicine.

Namun demikian, bakteri yang lain akan bertahan, dan mereka mengambil handukAnda selama Anda mengeringkan badan setelah mandi. Begitu bakteri itu ada di sana, mereka akan mulai berkembang biak.

"Itu terus menumpuk saat Anda menggunakan handuk lagi hari demi hari,” ujar Chuck Gerba, seorang profesor mikrobiologi di University of Arizona.

Studi yang dipimpin Gerba menemukan bahwa handuk tangan bekas memiliki bakteri coliform 1.000 kali lebih banyak daripada yang baru dibeli.

Bakteri menyukai lingkungan yang gelap dan lembab, sehingga mereka akan berkembang biak di kamar mandi beruap dengan pintu tertutup.

Baca juga: Gunakan Cuka untuk Membersihkan Peralatan Rumah Tangga, Dijamin Ampuh

Kemungkinan kasus terburuk adalah infeksi dan jerawat

Mengeringkan badan dengan handuk kotor akan membuat Anda berisiko terkena infeksi.

"Saat Anda menggunakan handuk dengan keras, Anda menggaruk kulit Anda," ujar Gerba.

Kerusakan kecil di kulit Anda, yang terlalu kecil untuk diperhatikan, memberi bakteri jalan masuk untuk masuk ke tubuh Anda.

"Namun, sangat tidak biasa untuk benar-benar menemukan penyakit dari handuk mandi Anda," terang spesialis penyakit menular Aaron Glatt, juru bicara Masyarakat Penyakit Menular Amerika dan ketua kedokteran dan ahli epidemiologi rumah sakit di South Rumah Sakit Komunitas Nassau.

Kuman Anda sendiri tidak akan membuat Anda sakit, tetapi Anda meningkatkan kemungkinan terkena penyakit saat Anda berbagi handuk, imbuh Gerba.

Jika kulit Anda rentan berjerawat, Anda mungkin harus mencuci handuk setiap kali menggunakannya, terang Tierno. Saat Anda menggosok kulit, terutama pustula yang terbuka, dengan handuk kotor, bakteri dapat masuk ke kulit Anda dan membuat Anda berjerawat.

Cara mencuci handuk agar bersih

Bahkan jika Anda tidak membiarkan orang lain menyentuh handuk Anda, Gerba dan Tierno merekomendasikan untuk mencuci handuk mandi setiap dua atau tiga hari. Lebih lama dari itu akan membuat semua mikroorganisme membuat handuk Anda kotor.

"Anda mungkin tidak sakit setelah menggunakan handuk selama dua minggu, tapi bukan itu intinya," sebut Tierno.

Di antara waktu mencuci, kurangi pertumbuhan bakteri dengan menjemur handuk hingga benar-benar kering. Semakin banyak area permukaan yang terbuka ke udara, semakin baik pengeringannya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved