Alasan Suku Baduy Ingin Dicoret dari Daftar Destinasi Wisata, Salah Satunya karena Foto

Mengambil foto masyarakat Baduy Dalam dan menyebarkannya. Hal ini membuat masyarakat suku Baduy merasa tidak nyaman.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Mengambil foto masyarakat Baduy Dalam dan menyebarkannya. Hal ini membuat masyarakat suku Baduy merasa tidak nyaman. 

Alasan Suku Baduy Ingin Dicoret dari Daftar Destinasi Wisata, Salah Satunya karena Foto

TRIBUNKALTIM.CO - Suku Baduy atau Orang Kanekes, merupakan suku asli Indonesia yang mendiami salah satu wilayah di Kabupaten Lebak, Banten.

Menjadi salah satu suku asli yang mendiami pulau padat penduduk, suku Baduy menjadi salah satu daya tarik wisata yang sering dikunjungi wisatawan. 

Letak suku Baduy sendiri ada di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes. Suku Baduy masih memiliki hubungan dengan orang Sunda.

Tidak heran jika fisik mereka mirip orang Sunda kebanyakan dan bahasa sehari-hari mereka adalah Bahasa Sunda.

Karena keunikannya, banyak wisatawan yang kemudian penasaran dan ingin melihat lebih lanjut kehidupan suku ini.

Apakah Perjalanan Wisata Minat Khusus Bakal Digemari Pascapandemi?

5 Taman Labirin Terbaik di Indonesia, Salah Satunya Ada di Kalimantan

Wisata suku Baduy kemudian diminati, baik turis lokal maupun luar negeri.

Imbas dari banyaknya minat wisatawan untuk mengenal Suku Baduy secara langsung, banyak peraturan adat yang dilanggar wisatawan, salah satunya mengambil foto masyarakat Baduy Dalam dan menyebarkannya.

Hal ini membuat masyarakat suku Baduy merasa tidak nyaman sehingga meminta pemerintah untuk mencoret wilayah mereka dari destinasi wisata.

Bahkan mereka berharap agar Google juga menghapus lokasi mereka. Tanpa berkunjung langsung kesana, Anda bisa mengetahui sejumlah fakta mengenai suku Baduy.

1. Terbagi menjadi 2 kelompok: Baduy Dalam dan Baduy Luar

Dilansir dari biroumum.bantenprov.go.id, suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Dua kelompok ini memiliki perbedaan terutama dalam hal berpakaian. 

Baduy Dalam merupakan kelompok masyarakat Baduy yang sangat teguh memegang adat istiadat leluhur.

Mereka sangat menolak teknologi dan modernisasi, sehingga kehidupan mereka masih tradisional.

Masyarakat Baduy Dalam umumnya memakai pakaian berwarna putih yang ditenun sendiri. Warna putih melambangkan kesucian, dimana orang Baduy Dalam belum terpengaruh dengan budaya luar.

Suku Baduy Luar lebih terbuka dengan pendatang, meskipun masih menjunjung tinggi adat istiadat yang ada.

Masyarakat Baduy Luar beberapa sudah menggunakan barang-barang modern seperti kasur, bantal, dan beberapa alat elektronik. Pakaian tenun berwarna serba hitam menjadi penanda masyarakat Baduy Luar. 

2. Menjunjung tinggi adat 

Masyarakat suku Baduy sangat berpegang teguh dengan adat istiadat. Mereka menjalankan peraturan leluhur dan menolak segala pengaruh dari luar suku mereka.

Orang Kanekes menolak saran pemerintah untuk membangun sekolah dan segala fasilitasnya di wilayahnya. Akibatnya banyak masyarakat Baduy, terutama Baduy Dalam, yang tidak bisa baca tulis. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved