Agar Sistem Imun Tetap Kuat, 15 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari

Saat pandemi, penting untuk menjaga imun atau kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Roti tawar adalah penyebab utama untuk menekan sistem kekebalan, menurut Dr Josh Axe, DNM, CNS, DC, pendiri Ancient Nutrition dan DrAxe.com. 

Lemak ini telah dikaitkan dengan peningkatan respons peradangan dalam tubuh, terutama bila tidak seimbang dengan asam lemak omega-3 yang ditemukan pada ikan dan beberapa kacang-kacangan serta biji-bijian.

"Anda sama sekali tidak perlu menghilangkan tahu, tetapi Anda harus berpikir dua kali sebelum menjadikannya makanan pokok setiap kali makan," kata Amin.

Axe menambahkan kedelai juga merupakan alergen yang umum. Meskipun mungkin tidak menjadi masalah bagi semua orang, hal itu dapat membebani orang yang rentan terhadap masalah usus dan autoimun.

"Ketika seseorang makan alergen, sistem kekebalannya mungkin bereaksi berlebihan dengan memproduksi antibodi yang dimaksudkan untuk 'menyerang' alergen tersebut," katanya.

Namun antibodi ini dapat merusak organ orang itu sendiri, menyebabkan berbagai gejala.

Baca juga: Harganya Murah, Tahu Punya Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

8. Keripik kentang

Keripik kentang juga merupakan mimpi buruk sistem kekebalan. Tidak hanya karena digoreng dengan minyak sayur, tetapi juga tinggi garam.

Menurut penelitian terbaru dari University of Bonn makanan yang tinggi garam dapat menyebabkan penurunan kekebalan.

Baca juga: Kombinasi Nasi dan Kentang, Sama Buruknya dengan Makan Mie dengan Nasi

9. Makanan cepat saji

Studi yang dilakukan oleh Universitas Bonn pada tikus lalu pada beberapa relawan manusia meneliti hal ini.

Para sukarelawan mengonsumsi enak gram garam tambahan per hari (kandungan garam dari dua makanan cepat saji) dan menunjukkan penurunan kekebalan yang nyata.

Baca juga: 4 Alasan Aneh Pelanggan Gugat Restoran Cepat Saji, Ember Ayam KFC yang Tak Penuh

10. Bir

Alkohol seperti bir dan anggur dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, menurut Dr. Branin.

"Penggunaan alkohol kronis sebenarnya mengganggu fungsi normal dari semua aspek respons imun adaptif," katanya.

Dia menjelaskan, alkohol juga meningkatkan hormon stres kortisol, gula darah, dan insulin. Ketiganya dapat berdampak negatif pada fungsi kekebalan ketika meningkat.

Baca juga: Pernah Jadi Simbol Kemewahan, Berikut 5 Fakta Unik Bir Pletok Khas Betawi

11. Keju yang dipasteurisasi

Produk susu merupakan pembentuk lendir bagi kebanyakan orang, menurut Dr Branin. Itu dapat membuat Anda lebih rentan terhadap flu atau pilek.

Produk susu juga dapat menyebabkan peningkatan peradangan dan menghambat respons kekebalan.

12. Keju susu mentah

Ahli gizi di Truism Fitness Jamie Hickey menjelaskan bahwa produk susu mentah pun mengandung hormon bermasalah seperti estrogen dan progesteron.

"Proses pasteurisasi membunuh semua hormon apakah itu sintetis atau alami," kata Hickey.

Dia juga mencatat bahwa dalam produk susu mentah, hormon-hormon ini berada pada konsentrasi tertinggi, karena belum melalui proses pembuatan apa pun.

Baca juga: Mengenal 4 Keju Tradisional Indonesia, Ada yang Sudah Pernah Coba?

13. Daging merah

Menurut Dr. Cabeca makanan tinggi asam seperti daging merah dapat melemahkan sistem kekebalan Anda.

"Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan asam, beban pH tubuh Anda secara keseluruhan akan menjadi asam," katanya.

Dia juga mengatakan ketika kandungan asam itu tetap tinggi, mineral seperti magnesium, kalsium, kalium, dan bikarbonat menjadi rendah. Itu berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Daging merah juga kaya akan asam lemak omega-6 dan karena itu menimbulkan peradangan ganda.

Baca juga: Pandemi Belum Berakhir, Hindari Makanan Setengah Matang, Ini Alasannya

14. Hotdog

Menurut Axe hotdog atau sosis panggang tinggi asam, tinggi garam, dan melalui pemrosesan. Hal itu merupakan masalah besar bagi sistem imun.

"Konsumsi tinggi daging yang diawetkan dan diproses seperti bacon, salami, cold cuts, dan hot dog telah dikaitkan dengan hasil kesehatan yang negatif seperti risiko lebih tinggi untuk beberapa jenis kanker," katanya.

Dia menjelaskan daging olahan dapat mengandung bahan kimia berbahaya seperti polisiklik aromatik hidrokarbon yang terbentuk selama proses memasak/pembuatan.

Biasanya itu tinggi garam, nitrat, dan zat aditif lainnya yang dapat menyebabkan stres oksidatif.

Baca juga: Alasan Kenapa Anak Sebaiknya Tak Sering-sering Makan Sosis dan Nugget

15. Sarapan sereal

Sebagian besar sereal sarapan tinggi gula dan rendah serat, kombinasi bermasalah untuk sistem kekebalan tubuh, menurut Axelrod.

"Serat larut meningkatkan produksi protein interleukin-4, yang merangsang sel-T tubuh yang melawan infeksi," katanya.

DIa mengungkapkan, serat juga menyediakan makanan utama bagi bakteri menguntungkan di usus Anda untuk berkembang.

Baca juga: Anak Sarapan Sereal? Simak Fakta Tentang Makanan Ringan Ini

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved