5 Bahaya yang Mengintai Jika Terlalu Sering Makan Gorengan

Sebelum semakin tergiur dan kehilangan kontrol karena makan gorengan dalam jumlah banyak, pertimbangan dulu beragam efek buruk di baliknya.

Editor: Geafry Necolsen
Akurat
Jajan gorengan 

Bahkan, risiko ini akan semakin meningkat seiring dengan banyaknya jumlah gorengan yang dikonsumsi.

Memang sering tidak disadari, makan gorengan bisa meningkatkan tekanan darah, berat badan, dan menurunkan kadar kolesterol “baik” atau HDL. Kesemua hal tersebut merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Sebagai contoh, wanita yang makan satu atau lebih porsi ikan goreng per minggu berpeluang mengalami gagal jantung sebesar 48 persen lebih tinggi ketimbang wanita yang hanya makan 1-3 porsi setiap bulan. Hasil tersebut diperoleh dari jurnal Circulation: Heart Failure.

Begitu pula dengan diabetes. Penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition, mengungkapkan bahwa orang yang makan 4-6 porsi gorengan per minggu berisiko 39 persen lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2, daripada yang hanya makan 1 porsi per minggu.

Di sisi lain, makanan yang digoreng tentu mengandung kalori yang lebih banyak daripada yang tidak goreng. Secara otomatis, asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh pun akan semakin banyak.

Lebih dari itu, lemak trans yang ada di dalam makanan yang digoreng diyakini dapat memengaruhi kerja hormon pengatur nafsu makan dan penyimpang lemak.

Itu sebabnya, Anda sering merasa seolah sangat lapar ketika makan makanan tersebut yang kemudian akan memengaruhi berat badan karena asupan kalori dan lemaknya.

5. Tinggi kandungan acrylamide

masak ayam selain digoreng

Acrylamide adalah suatu zat kimia yang terbentuk di dalam makanan ketika dimasak pada suhu tinggi, salah satunya digoreng. Zat ini dihasilkan dari reaksi kimia antara gula dan asam amino, bernama asparagin.

Kandungan acrylamide yang tinggi biasanya terdapat pada makanan bertepung, seperti kentang goreng, ayam goreng, dan lain sebagainya.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam International Journal of Cancer, menemukan bahwa zat acrylamide berisiko  menimbulkan penyakit kanker ginjal, kanker endometrium, dan kanker ovarium.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved