Apa yang Harus Dilakukan Jika Bertemu dengan Ular dalam Perjalanan?

Saat traveling atau mendaki gunung, kita kerap kali menemukan beragam tantangan mulai dari kondisi alam seperti cuaca hujan badai bahkan hewan liar.

Editor: Geafry Necolsen
Kompas
Saat traveling atau mendaki gunung, kita kerap kali menemukan beragam tantangan mulai dari kondisi alam seperti cuaca hujan badai bahkan hewan liar. 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Bertemu dengan Ular dalam Perjalanan?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Saat traveling atau mendaki gunung, kita kerap kali menemukan beragam tantangan mulai dari kondisi alam seperti cuaca hujan badai, panas terik menyiksa.

Namun, ada juga tantangan lainnya yaitu bertemu hewan liar salah satunya ular.

Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia yang juga merupakan anggota dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia ( APGI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Aji Rachmat mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan jika tak sengaja menemui ular.

“Jika melihat ular masih jauh, dan tidak mengganggu, jangan diganggu atau dipindahkan. Ini dapat jadi resiko bagi yang belum paham karakter ular,” kata pria yang akrab disapa Aji ini.

Lebih lanjut, Aji memberikan tips-tips lain ketika berhadapan dengan ular.

Berikut tips-tips yang perlu dilakukan ketika tak sengaja bertemu ular

1. Jangan ganggu atau memindahkan

Ular yang terlihat jauh Tips pertama dari Aji ketika bertemu atau melihat ular adalah jangan mengganggu atau memindahkan ular yang masih terlihat jauh.

“Jika ular terlihat jauh dan tidak mengganggu, jangan diganggu atau dipindahkan. Risiko bagi yang belum paham karakter dan teknik handlingnya,” kata Aji.

Apabila ular tersebut merasa terusik dan terganggu maka akan membawa hal-hal yang tidak diinginkan seperti tergigit.

Maka dari itu, sebaiknya kita bersikap biasa saja, dan tidak membuat ular tersebut terganggu, apalagi ulat masih jauh di pandangan kita.

2. Gunakan kayu atau tongkat

Tips kedua ini dilakukan dalam kondisi yang berbeda yaitu ketika kita tidak dapat menghindari ular.

Jika hal ini terjadi, sebaiknya kita bisa pindahkan ular dengan menggunakan alat seperti kayu dan tongkat.

“Jangan pernah pegang dengan tangan langsung, pindahkan dengan alat, bisa kayu atau tongkat jika memang ular sudah dekat dan kita tidak dapat menghindar,” ujarnya. Tentunya dengan hati-hati.

3. Perhatikan ukuran dan spesies

Perlu diketahui bahwa ukuran dan spesies juga berpengaruh dalam tips menghadapi ular.

Menurut Aji, ukuran ular yang lebih kecil akan lebih susah ditangani daripada ukuran yang besar.

“Maka dari itu gunakan alat bantu,” tambahnya.

Ukuran ular yang kecil akan lebih mudah melakukan pergerakan dan ular terkesan lincah. Hal ini perlu diwaspadai guna merespon keberadaan ular.

4. Jika ular masuk ke tenda

Jangan dibunuh Tips keempat dari Aji, jika menemui ular yang masuk ke tenda, sebaiknya kita tidak membunuhnya.

Bukan tanpa alasan, ular tersebut akan mengetahui jika dirinya terancam dan akan dibunuh. Hal ini justru akan memperburuk keadaan.

“Maka pindahkan dengan alat bantu dan bawa ke lokasi yang di luar area istirahat. Jangan dibunuh,” jelasnya.

5. Pahami informasi keberadaan ular dari pemandu

Sebelum traveling, sebaiknya kita mengetahui informasi adanya ular di lokasi yang akan didatangi.

Hal ini bisa kita tanyakan pada pemandu atau porter yang sudah memahami lokasi wisata.

“Tanya ke pemandu guide atau porter soal ular yang ada di sana. Mereka tahu soal itu, karena sering berada di sana,” ujar Aji.

Hal ini diperlukan agar kita tidak lagi panik ketika bertemu ular, karena sudah tahu informasi dan cara menghadapinya.

Sekadar informasi, Yayasan Sioux Ular Indonesia merupakan sebuah organisasi non-profit dan non-pemerintah yang bermula dari lembaga studi ular di Indonesia.

Yayasan ini berdiri pada tahun 2008 yang diprakarsai oleh empat aktivis pramuka.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved