Apa Itu Sindrom Nasi Goreng dan Dampaknya Terhadap Kesehatan?

Racun ini membuat korbannya muntah dan mual dalam waktu 30 menit sampai 6 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi.

Editor: Geafry Necolsen
DapurKobe
Ilustrasi nasi goreng. Makanan mengandung karbohidrat seperti nasi dan pasta yang basi bisa memicu munculnya bakteri Bacillus cereus, penyebab utama sindrom nasi goreng. 

Apa Itu Sindrom Nasi Goreng dan Dampaknya Terhadap Kesehatan?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Sindrom nasi goreng, mungkin masih asing di telinga kita.

Ini sebenarnya istilah untuk menyebut keracunan makanan karena memakan pasta atau nasi yang sudah basi.

Makanan mengandung karbohidrat seperti nasi dan pasta yang basi bisa memicu munculnya bakteri Bacillus cereus, penyebab utama sindrom nasi goreng.

Melansir Live Science, sebuah laporan 2019 yang terbit di jurnal Frontiers in Microbiology mengungkap ada sekitar 63.000 kasus sindrom nasi goreng terjadi di AS setiap tahun.

Baca juga: 5 Fakta Unik Nasi Kucing, Kuliner Paling Banyak Dicari di Warung Angkringan

Baca juga: Mengapa Porsi Nasi Kucing Sedikit? Berikut 5 Fakta Kuliner yang Digemari Pengunjung Angkringan

"Nasi goreng basi adalah pemicu (sindrom nasi goreng) yang paling sering terjadi," kata Philip Tierno, ahli mikrobiologi di New York University Langone Health.

Cara memasak nasi goreng yang tidak benar juga bisa menjadi masalah, terutama ketika mendinginkan nasi putih pada suhu kamar selama lebih dari dua jam sebelum memasaknya dengan bumbu lain.

Mendinginkan nasi sebelum memasak nasi goreng adalah cara yang kita lakukan agar nasi tidak lembek ketika digoreng.

Baca juga: Ada Pesan Moral dalam Setiap Bungkus Nasi Padang

Baca juga: Fakta Unik Nasi Pecel, Kuliner Tradisional yang Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo

Namun ketika nasi dibiarkan terlalu lama, bakteri B. cereus beracun akan tumbuh dan mereka tidak akan mati saat nasi digoreng dengan bumbu lain.

Gejala sindrom nasi goreng Bakteri B. cereus melepaskan dua jenis racun yang menyebabkan penyakit berbeda.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved