Snack, Makanan Ringan dalam Kemasan yang Punya Dampak Buruk Terhadap Kesehatan

Terlalu banyak mengonsumsi snack ini dapat membawa dampak negatif terhadap kesehatan.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Terlalu banyak mengonsumsi snack ini dapat membawa dampak negatif terhadap kesehatan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Liburan tanpa camilan atau sncak, tentu terasa kurang lengkap. Snack asin atau makanan ringan berupa keripik kentang dan sebagainya, atau biasa digeneralisasi sebagai “Chiki” dengan berbagai merek dan rasa, merupakan salah satu snack yang murah, enak, dan banyak tersedia di berbagai warung kecil, toko serba ada, hingga supermarket.

Camilan ini memang sangat pas dinikmati ketika sedang nonton, saat ingin ngemil, atau sedang berkumpul bersama teman-teman maupun keluarga.

Rasa asinnya membuat semua orang yang memakannya ketagihan. Terutama anak kecil, yang pasti sangat suka dengan snack ini.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi snack ini dapat membawa dampak negatif terhadap kesehatan.

Mengapa jajanan ini berdampak buruk bagi kesehatan?
Menurut penelitian Nielsen pada tahun 2014 tentang snack di seluruh dunia, didapatkan hasil bahwa total penjualan snack di seluruh dunia terus bertambah sebesar 2% dari tahun ke tahun.

Wanita merupakan yang paling sering mengonsumsi snack dibandingkan dengan pria.

Makanan ringan atau snack
Makanan ringan atau snack (net)

1. Memicu kenaikan berat badan
Snack dalam kemasan mempunyai rasa yang enak dan banyak disukai oleh semua orang dari berbagai kalangan.

Namun, hati-hati jika makan snack ini terlalu sering setiap hari. Snack mengandung banyak kalori tetapi nol zat gizi, sehingga memakannya terlalu banyak dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine tahun 2011 menunjukkan bahwa konsumsi 1 ons keripik kentang per hari menyebabkan kenaikan berat badan rata-rata 0,8 kg selama empat tahun.

2. Tinggi natrium
Selain tinggi kalori, snack dalam kemasan juga mengandung tinggi natrium. Asupan tinggi natrium dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan penyakit ginjal.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved