Gulo Puan, Kuliner Khas Palembang yang Langka, Dulu Jadi Favorit Bangsawan

Kuliner khas Palembang mungkin yang langsung terlintas adalah pempek. Namun, pernahkah kamu mendengar kata gulo puan?

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Kuliner khas Palembang mungkin yang langsung terlintas adalah pempek. Namun, pernahkah kamu mendengar kata gulo puan? 

Susu kerbau inilah yang membuat kudapan gulo puan sangat langka dan harganya mahal.

Sebab, susu kerbau yang digunakan tidak sembarangan melainkan berasal dari kerbau rawa.

Kerbau rawa semacam ini hanya bisa ditemui di kawasan rawa di Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Baca juga: Apa Bedanya Pempek Jami dengan Pempek Bangka dan Palembang?

Di kawasan tersebut terdapat sebuah desa yang menjadi produsen gulo puan satu-satunya di Palembang, yaitu Desa Pulo Layang.

Produksi gulo puan ini bergantung penuh pada peternakan kerbau rawa di Pulo Layang.

Ditambah dengan kondisi musim juga akan sangat berpengaruh pada produksi susu yang dihasilkan kerbau rawa itu sendiri.

Biasanya produksi susu kerbau akan melimpah saat musim hujan, karena pada saat ini pakan kerbau akan sangat melimpah.

Tidak hanya itu proses pembuatan gulo puan juga masih sangat tradisional dan memakan waktu cukup lama.

Yaitu mula mula kerbau rawa dicampurkan dengan gula, kemudian dimasak menggunakan api kecil.

Campuran gula dan susu kerbau rawa tersebut selanjutnya harus diaduk terus menerus selama lima jam sampai menjadi karamel.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved