Kecanduan Belanja Online, Bisa Jadi Tanda Gangguan Mental Kenali Gejalanya

Para peneliti studi juga menemukan bahwa mereka yang kecanduan belanja online cenderung menderita depresi dan kecemasan.

Editor: Geafry Necolsen
iStockPhoto
Para peneliti studi juga menemukan bahwa mereka yang kecanduan belanja online cenderung menderita depresi dan kecemasan. 

Kecanduan Belanja Online, Bisa Jadi Tanda Gangguan Mental Kenali Gejalanya

TRIBUNKALTIM.CO - Kemajuan teknologi membuat segala hal terasa lebih mudah, termasuk dalam belanja, memesan barang dan jasa, hingga membeli makanan sehari-hari.

Bagi kebanyakan orang, kemudahan berbelanja secara online ini juga bisa menghemat waktu dan tenaga.

Namun, tak sedikit orang yang pada akhirnya berbelanja tidak berdasarkan kebutuhan, tetapi juga keinginan dan kemudahan. Misalnya, tawaran diskon dari berbagai platform berbelanja yang membuat kita semakin tergiur memesan barang tersebut meski sebetulnya tidak butuh.

Baca juga: Anak Juga Bisa Kecanduan Belanja, Begini Cara Mencegah Sebelum Makin Parah

Baca juga: Kebiasaan Minum Kopi Pagi Hari, Membuatmu Kecanduan Kafein

Jika kamu termasuk orang yang kecanduan belanja online, bahkan melakukannya sebagai kegiatan harian, berhati-hatilah karena kamu mungkin menderita gangguan mental.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Comprehensive Psychiatry mencatat bahwa dari 122 orang yang mengalami ‘buying-shopping disorder (BSD)’ atau gangguan pembelian-belanja, 34 persen di antaranya juga memiliki gejala kecanduan belanja online.

Para peneliti studi juga menemukan bahwa mereka yang kecanduan belanja online cenderung menderita depresi dan kecemasan.

Menurut penelitian, BSD ditandai dengan kesenangan ekstrem dengan keinginan untuk membeli/berbelanja, serta keinginan yang tak tertahankan untuk memiliki barang-barang konsumsi.

Pasien-pasien BSD membeli lebih banyak barang-barang konsumsi daripada yang mereka lebih mampu. Barang-barang yang dibeli juga seringkali tidak diperlukan atau tidak sering digunakan.

Para peneliti yang berasal dari Hannover Medical School, Jerman, mengusulkan agar BSD ditetapkan sebagai kondisi kesehatan mental tersendiri.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved