Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Belanja Orang Indonesia

E-commerce tumbuh 54 persen atau 32 miliar dollar AS (sekitar Rp 454 triliun) pada tahun 2020.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
E-commerce tumbuh 54 persen atau 32 miliar dollar AS (sekitar Rp 454 triliun) pada tahun 2020. 

Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Belanja Orang Indonesia

TRIBUNKALTIM.CO - Pandemi Covid-19 mempengaruhi perilaku belanja orang Indonesia.

Masyarakat yang sebelumnya belanja secara offline di gerai fisik, kini mulai beralih ke belanja online.

Menurut laporan perusahaan teknologi periklanan, Criteo, ada sebanyak 49 persen konsumen belanja online di Indonesia yang mengunduh aplikasi belanja online untuk pertama kali, maupun sebagai aplikasi tambahan.

Aplikasi belanja online yang diunduh mulai dari retail, aplikasi pesan-antar makanan, grosir, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Benarkah Perempuan Lebih Boros Dibanding Pria Saat Belanja? 

Baca juga: Tips Supaya Tidak Boros Saat Belanja Online, Perhatikan Hal Ini Sebelum Transaksi

"Ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan oleh e-commerce atau brand untuk menjangkau pelanggan baru atau menggaet pelanggan lebih banyak lagi," Mochamad Ikrar Pradana, Account Strategist Criteo Asia Tenggara.

Laporan ini senada dengan laporan yang dihimpun oleh Google dan Temasek. Dalam laporan berjudul "e-Conomy SEA 2020", 37 persen pengguna internet di Indonesia pada 2020 adalah pengguna internet baru.

Hal ini turut mendorong jumlah unduhan aplikasi-aplikasi baru, termasuk aplikasi belanja online.

Selain itu, e-commerce juga menjadi sektor yang mengalami pertumbuhan paling pesat di Indonesia. 

E-commerce tumbuh 54 persen atau 32 miliar dollar AS (sekitar Rp 454 triliun) pada tahun 2020.

Baca juga: Bukannya Hemat, 11 Rahasia Pusat Perbelanjaan Ini Bikin Pembeli Boros

Baca juga: Anak Rewel Saat Diajak Belanja? Begini Cara Mengatasinya

Kembali ke laporan Criteo, Ikrar juga memaparkan, bahwa kondisi ini juga membuat konsumen yang berbelanja online di Indonesia mulai "bersahabat" dengan iklan yang sesuai dengan mereka.

Pada kuartal III-2020, Criteo mencatat sebanyak 78 persen konsumen belanja online Indonesia mengklik iklan dalam aplikasi dalam enam bulan terakhir.

Sebanyak 53 persen dari jumlah tersebut, melakukan pembelian setelah membuka iklan. Ikrar menyarankan agar para brand bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas target pasarnya.

"Selain dari promosi dan diskon, brand bisa fokus bagaimana caranya agar iklan bisa disampaikan dan dikomunikasikan kepada pengguna yang sudah mulai terbuka menerima iklan dari brand," imbuh Ikrar.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved