Mengapa Porsi Nasi Kucing Sedikit? Berikut 5 Fakta Kuliner yang Digemari Pengunjung Angkringan

Di masa krisis moneter saat reformasi pada 1998, banyak mahasiswa yang menyambung hidupnya dari dua bungkus nasi kucing

Editor: Geafry Necolsen
KOMPAS
Selain aneka lauk, ditambah juga nasi kucing. Kehadiran nasi kucing ini malah menggeser pamor terikan, ini asal dari nasi kucing di angkringan. 

Mengapa Porsi Nasi Kucing Sedikit? Berikut 5 Fakta Kuliner yang Digemari Pengunjung Angkringan

TRIBUNTRAVEL.COM - Kamu pasti tak asing dengan nasi kucing.

Nasi ini biasanya dibungkus dengan daun pisang atau kertas minyak.

Nasi kucing biasanya disajikan dengan sambal dan gereh (ikan asin) atau bandeng dan banyak dijajakan di angkringan atau hik.

Dirangkum TribunTravel dari beberapa sumber, berikut lima fakta menarik nasi kucing yang jarang diketahui.

Baca juga: Asal Usul Angkringan, Ternyata Sejarah Awalnya Bukan dari Jogja

Baca juga: Warung Angkringan yang Terkenal Enak dan Murah di Balikpapan

1. Asal nama Nasi Kucing

Disebut nasi kucing karena pada awalnya menu nasinya terdiri dari sambal dan gereh (ikan asin) atau bandeng.

Ikan asin merupakan makanan kesukaan kucing-kucing di kampung.

Selain itu, porsinya yang sedikit semakin membuat nasi ini terkesan seperti makanan untuk kucing.

2. Alasan porsi kecil

Nasi kucing biasa disajikan dengan porsi yang kecil layaknya makanan kucing, ini dikarenakan nasi kucing memang bukan untuk mengenyangkan perut yang lapar.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved