Hasil Penelitian, Orang yang Sering Tidur Larut Malam, Ternyata Lebih Kreatifi danmPunya IQ Tinggi

Orang yang pergi dan bangun tidur sesuai jadwal mungkin memang lebih produktif, tapi mereka yang tidur larut malam adalah orang-orang yang lebih kreat

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Orang yang pergi dan bangun tidur sesuai jadwal mungkin memang lebih produktif, tapi mereka yang tidur larut malam adalah orang-orang yang lebih kreatif. 

Hasil Penelitian, Orang yang Sering Tidur Larut Malam, Ternyata Lebih Kreatifi danmPunya IQ Tinggi

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Tak terhitung lagi banyaknya informasi kesehatan yang menyerukan manfaat dari tidur cukup 7-9 jam per hari dan yang mewanti-wanti risiko kesehatan kalau Anda sering begadang.

Tapi ternyata, ada sejumlah manfaat kesehatan dari tidur larut malam, yang mungkin tidak pernah Anda ketahui sebelumnya.

Orang yang tidur larut malam punya kreativitas tinggi
Orang yang pergi dan bangun tidur sesuai jadwal mungkin memang lebih produktif, tapi mereka yang tidur larut malam adalah orang-orang yang lebih kreatif.

Ini karena menjalani rutinitas harian adalah tentang apa yang bisa Anda lakukan semaksimal mungkin dengan sedikit waktu yang Anda miliki.

Mereka yang bangun pagi menghabiskan waktu pagi harinya dengan melakukan rutinitas biasa, seperti pergy nge-gym, mampir ke coffee shop, dan berangkat kerja.

Baca juga: Kebiasaan Minum Kopi Pagi Hari, Membuatmu Lebih Mudah Kecanduan Kafein

Ketika Anda bangun jam 6 pagi, biasanya Anda akan sudah merasa kecapekan pada pukul sembilan, yang berarti Anda sudah lelah pada pukul lima sore.

Anda biasa memulai hari Anda dengan semburan energi, tapi menjelang siang ke sore hari Anda sudah merasa tersiksa dengan energi yang sudah sangat mepet.

Kebalikan dari mereka yang suka tidur larut malam.

Mereka memanfaatkan waktu di malam hari untuk bekerja dan beraktivitas seperti biasa, untuk menciptakan hal yang baru.

Dan tenaga mereka akan bisa tetap konstan untuk menjalani waktu di pagi hari. 

Dan ini terbukti oleh tim peneliti dari Catholic University of the Sacred Heart di Milan yang menemukan bahwa orang yang suka begadang lebih cenderung mengembangkan solusi kreatif dan orisinil untuk memecahkan masalah daripada orang yang bangun pagi.

Baca juga: Jangan Tidur dengan Mesin dan AC Mobil Menyala, Ini Alasannya

Terlebih lagi, ketika para periset di Universitas Alberta membandingkan kekuatan sembilan orang yang suka bangun pagi dengan 9 orang yang suka tidur larut malam.

Kelompok yang terakhir mengalami dorongan sistem saraf pusat, sehingga meningkatkan korteks motor dan rangsangan medula spinalis.

Itu berarti kelompok orang begadang memiliki dorongan energi yang lebih tinggi secara umum, yang bisa menjelaskan mengapa mereka mengalami kesulitan mengikuti jadwal tidur yang lebih awal.

Baca juga: Banyak Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki, Salah Satunya Meningkatkan Kualitas Tidur

Hal serupa juga ditemukan oleh tim peneliti dari University of Liege di Belgium tahun 2009. Mereka melaporkan bahwa orang-orang yang suka begadang memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi di area yang berhubungan dengan pemusatan fokus dan perhatian, bahkan setelah 10 jam mereka begadang, daripada orang-orang yang tidur cukup dan bangun di pagi hari.

Orang yang suka begadang lebih kebal terhadap stres

Ilustrasi begadang
Ilustrasi begadang (Shutterstock)

Mereka yang tidur larut malam dan bangun siang mungkin sering dianggap sebagai orang yang malas, dan kehilangan banyak waktu untuk mulai beraktivitas.

Tapi, mereka yang bangun terlambat justru memiliki suasana hati yang lebih baik sepanjang hari daripada mereka yang tidur dan bangun tepat waktu.

Para ahli percaya bahwa kecenderungan mood buruk gara-gara bangun pagi terkait dengan waktu aktivitas pagi yang lebih panjang untuk mengurus berbagai kesibukan dalam satu waktu dan akan lanjut terus sibuk sampai sepanjang hari, sehingga lebih cepat merasa frustasi, kesal, dan kekurangan energi pada akhirnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved