Realitas Mengerikan Pasar Daging Anjing & Kucing di Indonesia

Ironisnya, mayoritas hewan-hewan yang dibantai ini adalah hewan peliharaan yang dicuri.

Editor: Geafry Necolsen
DMFI
Ironisnya, mayoritas hewan-hewan yang dibantai ini adalah hewan peliharaan yang dicuri. 

Realitas Mengerikan Pasar Daging Anjing & Kucing di Indonesia

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia dikatakan sebagai salah satu lumbung pembantaian anjing-anjing untuk diambil dagingnya.

Bahkan fenomena ini sampai disorot oleh media Inggris Daily Mirror, melalui organisasi Dog Meat Free Indonesia (DMFI).

Saat ini kampanye tengah dilangsungkan, dengan bukti-bukti mengerikan hewan-hewan itu dibantai dengan cara kejam terus berlanjut.

Petisi dalam kampanye itu menyerukan penghentian perdagangan kucing dan anjing serta hewan peliharaan lainnya di seluruh Sulawesi Utara tempat di mana puluhan ribu pembantaian terjadi setiap bulan.

Baca juga: 5 Kuliner Ekstrem di Indonesia yang Jadi Makanan Khas dan Favorit Wisatawan

Baca juga: Pernah Coba Sate Biawak? Ini 5 Kuliner Ekstrem yang Bisa Kamu Temukan di Jawa Timur

Investigator DMFI minggu lalu merekam anjing yang berulang kali dipukul kepalanya kemudian dibakar untuk menghilangkan bulu mereka.

Ironisnya, mayoritas hewan-hewan yang dibantai ini adalah hewan peliharaan yang dicuri.

Peneliti menunjukkan bahwa antara 8 dan 11 persen anjing dijual untuk dikonsumsi manusia, ini membahayakan karena bisa menginfeksi rabies.

Sebelumnya dikatakan pemerintah Indonesia mengeluarkan arahan pada September 2018, untuk melarang perdagangan daging kucing dan anjing.

Salah satu contoh anjing yang dibantai untuk diambil dagingnya.
DMFI/Daily Mirror. Salah satu contoh anjing yang dibantai untuk diambil dagingnya.
 

Mereka berjanji penjualan anjing dan kucing akan dilarang sepenuhnya, seperti menjual anjing dan kucing hidup untuk disembelih.

Seorang aktor Inggris, Peter Egan mengatakan, dia kaget dan sedih melihat bukti baru DMFI tentang pelecehan anjing dan kucing yang mengerikan di Tomohon.

Baca juga: 7 Kuliner Ekstrem di Thailand, Hon Mhai Terbuat dari Serangga yang Digoreng

Baca juga: 7 Kuliner Ekstrem di Filipina, Ada Darah Babi Beku hingga Cacing Kayu

"Sangat menyedihkan, mengetahui binis seperti biasa bagi para pedagang Anjing dan Kucing di Tomohon, saya mendesak pihak berwenang untuk segera menghentikannya," katanya.

Salah satu pendiri Change Fore Animal Foundation, Lola Weber, mengatakan, "Mengingat sifat yang kejam terhadap hewan, telah kami rekam dalam waktu yang lama termasuk bukti anjing dan kucing yang secara rutin dipukuli."

Daging-daging anjing dijual di pasar Tomohon.
DMFI/Daily Mirror. Daging-daging anjing dijual di pasar Tomohon.

"Kami terkejut Gubernur Sulawesi Utara menolak untuk mengakui penderitaan hewan ini," katanya.

Kemudian, Kelly O'Meara dari Human Society International juga mengatakan, "Indonesia adalah negara dengan keindahan alam terbaik di dunia, namun reputasi internasionalnya dirusak dari perdagangan kucing dan anjing."

"Dengan volume anjing yang diselundupkan untuk diperdagangkan, hal itu erat kaitannya dengan penyebaran rabies ditambah pembantaian yang tiada habisnya," katanya.

Diperkirakan, 12 wisatawan mengunjungi Indonesia setiap tahunnya di pasar tradisional mengerikan di mana kucing dan anjing dibantai untuk dijual dagingnya.

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved