250 Kali Terbang dengan Menyamar Sebagai Pilot Gadungan, Kisah Hidupnya Dijadikan Film

Dengan sedikit uang atau pendidikan formal, Abagnale muda harus mencari cara untuk bertahan hidup.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Dengan sedikit uang atau pendidikan formal, Abagnale muda harus mencari cara untuk bertahan hidup. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bagian dari kehidupan nyata Frank Abagnale yang luar biasa telah digambarkan dalam film Catch Me If You Can (2002), yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio.

Dilahirkan pada 27 April 1948, Frank Abagnale Jr dibesarkan di New York bagian utara.

Salah satu dari empat anak, orang tua Abagnale bercerai sejak dini.

Hidup hanya dengan ayahnya, Abagnale mulai terbiasa mengutil sejak usia belasan.

Ayahnya mengizinkannya menggunakan kartu kredit yang kemudian digunakan oleh Abagnale untuk mengambil keuntungan.

Dia membeli barang-barang, dan kemudian mendapatkan bagian dari penjualannya kembali dalam bentuk tunai.

Dia juga membagikan sebagian uangnya kepada para pegawai yang melakukan transaksi.

Penipuan itu tetap berjalan dan berhasil, hingga ayah Abagnale mulai mendapatkan tagihan besar kartu kredit.

Frank Abagnale di sebuah acara
The Vintage News. Frank Abagnale di sebuah acara

Tidak lama setelah ditangkap dan dikirim ke sekolah untuk “anak-anak nakal”, Abagnale melarikan diri dari rumah pada usia 16 tahun.

Dengan sedikit uang atau pendidikan formal, Abagnale muda harus mencari cara untuk bertahan hidup.

Abagnale juga membesar-besarkan kredensial pendidikannya.

Selanjutnya, ia mulai menulis cek-cek palsu untuk dirinya sendiri dan menarik kembali rekening banknya hingga ribuan dolar.

Ketika skema itu diblokir, Abagnale akan membuka akun lain dengan identitas palsu yang berbeda.

Ini akan menjadi sumber penghasilan utama Abagnale untuk petualangan barunya.

Salah satu impian Abagnale adalah menjadi pilot.

Jadi dia memalsukan kartu identitas dan lisensi, lalu menghubungi maskapai Pan Am dan mengklaim bahwa dia adalah seorang karyawan yang kehilangan seragamnya di sebuah hotel.

Pan Am segera mengirim seragam pengganti gratis ke Abagnale.

Maskapai pada saat itu memiliki kebijakan yang dikenal sebagai "deadheading," di mana pilot profesional dapat naik wahana pesawat secara gratis.

Abagnale memanfaatkan kesempatan ini sepenuhnya dan terbang ratusan ribu mil, dengan akses ke penginapan dan makanan gratis di hotel.

Masih dalam usia remaja, Abagnale harus bergaul dengan pilot di kokpit dan berkencan dengan pramugari.

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved